Konsep kualitas tidur merujuk pada kesanggupan individu untuk mempertahankan tidur dengan maksud pada pencapaian kebutuhan tidur yang maksimal. Tidur merupakan kebutuhan fisiologis manusia yang memiliki tujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis. Ketika seseorang tidur, maka akan timbul perasaan yang nyaman secara fisik dan mental, terbebas dari kecemasan sehingga saat bangun nanti tubuh menjadi lebih segar dan bugar. Tujuan dari penelitia ini adalah mengetahui dampak dari senam lansia terhadap kualitas tidur lansia. Senam lansia, merupakan jenis aktifitas fisik ringan, yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mempromosikan kebugaran pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pra eksperimental dengan metode penelitian one group pretest - postest. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi tingkat kualitas tidur, yaitu PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Responden dalam penelitian ini adalah lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Tulungagung, dengan jumlah 30 lansia yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tehnik sampling dalam penelitian ini adalah non probality sampling yaitu dengan purposive sampling. Uji yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan signifikan p= 0,000 atau p value < a (a = 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah senam lansia berdampak positif pada kualitas tidur lansia.