Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami lansia dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Berdasarkan data World Healt h Organization (2021), sekitar 1 dari 3 orang dewasa secara global menderita hipertensi, dan angkanya meningkat signifikan pada usia lanjut. Data Dinas Kesehatan Kota Kupang Tahun 2022 mencatat dari 29.149 kasus hipertensi, 4.985 pasien berada di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan, namun perubahan gaya hidup masyarakat modern cenderung mengarah pada konsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan rendah serat, yang turut meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia yang berkunjung ke Puskesmas Oesapa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 lansia diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi makanan (FFQ) dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian dilakukan kepada 60 responden lansia, dengan hasil sebanyak 33 orang (55%) memiliki pola makan buruk dan 35 orang (58,3%) teridentifikasi mengalami hipertensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,048 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian hipertensi pada lansia. Terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Oesapa. Edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan rendah natrium dan tinggi serat perlu ditingkatkan agar dapat mencegah terjadinya hipertensi pada lansia.