Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Kekerasan Hasil Pengelasan Smaw Baja St 37 Berdasar Perbedaan Polaritas Dan Teknik Pendingan Putro, Dimas Anggoro; Rohman, Fatkur; Ilham , M.Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.142

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan dua buah logam sampai titik rekristalisasi logam baik menggunakan bahan tambah maupun tidak dan menggunakan energi panas sebagai pencair bahan yang dilas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa-analisa kekerasan hasil pengelasan SMAW pada baja ST 37 dengan polaritas berbeda dan teknik pendinginan yang berbeda. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah ST 37. Material ini memiliki kandungan karbon di bawah 0,3%. Baja karbon rendah merupakan material yang baik untuk digunakan dalam proses pengelasan. Baja karbon rendah sering disebut dengan baja ringan (mild steel) atau baja perkakas. Jenis baja yang umum dan banyak digunakan adalah jenis cold roll steel. Baja karbon rendah juga banyak digunakan dalam konstruksi bangunan, jembatan dan lain sebagainya. hasil uji kekerasan yang dilakukan bahwa pengelasan dengan pendinginan oli 150° lebih baik dibandingkan dengan pengelasan dengan air garam. Dari hasil diperoleh bahwa ada perbedaan antara media pendingin oli, ini terlihat dari rata-rata uji kekerasan pendingin oli sebesar 68 dan media pendingin air garam dengan rata-rata uji kekerasan sebesar 64,5. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil nilai sig. 0,017< 0,05. Artinya ada perbedaan antara pendinginan oli dan pendinginan air garam.
Modifikasi Alat Pencetak Briket Hidrolik Berbahan Ampas Kelapa Darlis, Summa Mogy; Rohman, Fatkur; Ilham , M.Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i2.161

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang berasal dari biomassa yang digunakan sebagai sumber energi sederhana dan murah. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah ampas kelapa. Perancangan ini bertujuan untuk memodifikasi alat pencetak briket arang agar dapat diperoleh peningkatan kapasitas efektif alat dan menghasilkan alat yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Alat pencetak briket ampas kelapa ini memiliki panjang 495mm, lebar 400mm dan tinggi 490mm. Silinder cetakan memiliki diameter 42mm dengan ketebalan 2mm dan silinder pengepresan meiliki diameter 38mm dengan ketebalan 1mm dengan total 20 silinder cetakan. Dalam tiap cetakan alat ini mampu menghasilkan briket dengan berat kurang lebih 70gram, sehingga dalam sekali pengepresan alat ini mampu menghasilkan briket kurang lebih 1,4kg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi alat pencetak briket arang dengan sistem press hidrolik ini memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat. Kapasitas alat terbaik diperoleh pada penelitian ini sebesar 6,072 kg/jam. Begitupula dalam pembuatan alat ini tidak memerlukan banyak biaya sehingga sangat ekonomis. Dan model rancangannya juga sangat sederhana tetapi tetap berfungsi dengan baik dan maksimal sehingga setiap orang mudah apabila ingin membuatnya sendiri.
Analisa Variasi Sudut Mata Pisau Pada Mesin Pencacah Bulu Ayam Anwar, Mochammad Syaiful; Ilham , M.Muslimin; Fauzi, Ah.Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 1 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i1.210

Abstract

Salah satu limbah yang sekarang banyak ditemukan adalah bulu ayam, limbah yang sebagian besar dihasilkan dari industri Rumah Potong Ayam (RPA). Dalam manajemen limbah, perlu untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan yang dapat diatasi masalah lingkungan dengan melestarikan fungsi lingkungan. Bulu ayam memiliki potensi untuk dijadikan pakan ternak karena memiliki kandungan protein tinggi. Sebelum digunakan sebagai pakan ternak, bulu ayam diproses terlebih dahulu melalui mesin pencacah bulu ayam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian ANOVA. Jenis anova yang digunakan adalah prosedur One-Way ANOVA atau sering disebut dengan varian satu arah (satu jalur). Alat uji ini untuk menguji apakah dua populasi atau lebih yang independen, memiliki rata-rata yang dianggap sama atau tidak sama. Sudut mata pisau penting dalam proses pencacahan kerena pisau berpengaruh terhadap ukuran hasil cacahan, maka penulis akan melakukan penelitian dengan sudut mata pisau 25°, 45° dan 65° guna mengetahui sudut yang tepat digunakan pada mesin pencacah bulu ayam untuk menghasilkan cacahan yang lembut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti sudut mata pisau pada mesin pencacah bulu ayam mempengaruhi terhadap hasil cacahan. Pada penelitian ini dari penggunaan sudut mata pisau 25° menghasilkan cacahan dengan ukuran rata-rata 7 mm, sudut 45° menghasilkan rata-rata ukuran 9,6 mm dan sudut 65° menghasilkan rata-rata ukuran 12,3 mm.