Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Rangka Jayabaya Prototype 2.0 Menggunakan Aluminium Tipe AA356 Wibawa, Daniel; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1101

Abstract

Peningkatan desain rangka kendaraan KMHE Jayabaya prototype 1.0 menjadi salah satu faktor hal yang selalu menjadi bahan perencanaan untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Kendaraan Prototype dengan harapan bisa mengenali kelebihan dan kekurangan pada rangka dari prototype yang dikaji sehingga bisa dijadikan bahan referensi dalam perencanaan kendaraan Prototype. Kontruksi.rangka harus mampu untuk menahan semua beban dari kendaran mulai dari sistem kemudi, sistem suspensi, sistem rem dan kelengkapan lainnya.Salah satu aspek yang menjadi banyak perhatian adalah rangka kendaraan tersebut. Semakin ringan dan kuat bahan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sehingga stabilitas kendaraan tetap aman dalam kondisi beban ,pengereman, dan berbagai kecepatan Saat ini penelitian untuk rangka kedaraan kmhe Jayabaya prototype 1.0 lebih berat, kurang efesien dan kurang ramah lingkungan. Rangka yang berbentuk logam, umumnya logam yang digunakan bisa berbentuk aluminium paduan dengan struktur Rangka yang bisa berbentuk ladder structure .Desain rangka menggunakan Almunium tipe AA356 lebih ringan dibandingkan dengan T6 yang dimiliki Jayabaya prototype. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan di dapatkan pertimbangan sebagai alasan bahwa desain rangka Jayabaya prototype 2.0 lebih ringan namun tetap aman bagi pengendara. Berdasarkan analisa simulasi Solidwoks 2014 rangka Jayabaya prototype 2.0, pengujian stress pada mampu menopang beban dengan berat hingga 5,8896x107 N/m2, hasil strain maksimum 3676x104,dan displacement maksimum 5161 mm. Nilai ini dikategorikan nilai yang besar karena rangka kendaraan masih kuat menopang beban besar.
Rancangan Bangun Alat Pengupas Bawang Merah yang Efektif dan Efisien Nurcahya, Desta Hendra; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1102

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak ditanam di indonesia. Sejak tahun 2017 hasil panen bawang merah di indonesia terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu akibat peningkatan hasil panen bawang merah para pelaku usaha mulai berfikir untuk membuat olahan dari bawang merah salah satunya bawang goreng. Dalam pengolahan bawang goreng terdapat beberapa kendala salah satunya pada Proses pengupasannya karena masih menggunakan cara yang manual karena memerlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan banyak tenaga manusia. Selain itu dari tingkat keamanan dinilai kurang aman dan juga dapat menimbulkan mata perih, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengupasan terbaik terhadap kecepatan putaran dinamo pada rpm 300, 400, 500. Dari hasil uji coba alat sebanyak tiga kali didapatkan hasil pengupasan pada rpm 300 dan dengan waktu 20 detik hasil terkupas sekitar 50% sedangkan sebagian belum terkupas, uji coba kedua pada rpm 400 dengan waktu 20 detik memperoleh hasil bawang terkupas sekitar 80% sedangkan 20% terkupas tetapi belum maksimal, uji coba ketiga dengan rpm 500 dengan waktu 20 detik memperoleh hasil bawang terkupas sampai ke dagingnya. Dari uji coba yang dilakukan sebanyak tiga kali maka didapatkan hasil kupasan terbaik pada rpm 400 dan dengan waktu 20 detik.
Sistem Instrumentasi Alat Uji Konduktivitas Thermal Logam Auliansyah, Moch. Gani; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1103

Abstract

suatu metode pengukuran dengan menggunakan batang probe dari logam yang dialiri panas dan dengan sensor suhu di tengah bagian dalam pemanas probe untuk mengetahui perubahan suhu yang terjadi di dalam probe. Penelitian ini menggunakan eleman pemanas sebagai sumber panas yang menggunakan tenaga listrik, sementara sensor temperatur yang digunakan yaitu thermocouple yang linear terhadap perubahan suhu. Tegangan listrik akan dikonversikan dari thermocouple diubah menjadi secara digital oleh Temperatur Kontrol, sehingga diperoleh nilai konduktivitas thermal oleh alat uji. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, maka telah didapatkan hasil bahan yang diuji kekonduktivitas termalnya yang memiliki nilai rata-rata konduktivitas pada logam stainless yaitu 49,158 W/m oC lalu untuk logam besi 81,1696 W/m oC. Faktor yang mempengaruhi hasil uji coba dengan hasil refrensi konduktivitas berbeda, dikarenakan kendala sensor thermocouple kurang rapatnya antara sensor dengan benda uji.
Pengembangan Rancangan Pengolahan Bawang Merah Pada Alat Penggoreng Untuk Kebutuhan Home Industry Himawan, M. Renaldi Prasetya; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1105

Abstract

Indistry rumahan penghasil bawang merah saat ini masih banyak menggunakan penggoreng dengan peralatan seadanya yang dinilai kurang efisien karena memerlukan waktu yang cukup lama, dan kelemahan dari penggorengan ini adalah tidak dapat mengatur dari suhu miyak sehingga tidak dapaat menyetabilkan suhu minyak saat menggoreng. Hal ini dapat menyebabkan bawang merah saat digoreng menjadi tidak mereta, dan dapat menyebabkan bawang merah gosong. Untuk mengatasi masalah ini penulis merancang system penggoreng dengan menggunakan kompor elektrik (Deep Fryer) yang dilengkapi sumber pemanas listrik (Heater), Thermostat yang dapat mengetahui suhu minyak, dan menyetabilkan atau mengatur suhu minyak. Hasil uji coba dilakukan sebanyak 3 kali, didapatkan dari perancangan menggoreng bawang merah system deep fryer dengan spesifikasi alat adalah, kapasitas 1000 gram bawang merah dapat digoreng dalam sekali proses dengan wajan.yang.terbuat.dari stainless steel dengan spesifikasi tinggi 21 cm panjang 29 cm lebar 29 cm dan volume wadah 13 liter. Percobaan pertama dengan suhu 150ºC membutuhkan waktu 14 menit. Percobaan ke dua pada suhu 200ºC membutuhkan waktu selama 10 menit, dan pada percobaan ke tiga dengan suhu 250ºC membutuhkan waktu selama 7 menit. Sehingga.untuk.mendapatkan.hasil.yang sempurna dipastikan menggoreng bawang merah dalam jumlah 1000 gram dalam suhu minyak 250ºC dengan rata-rata waktu 7 menit.
Analisis Aerodinamika Bodi Kendaraan KMHE Jayabaya Prototype 2.0 Ananda, Rengga Purwa; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1106

Abstract

Besar konsumsi bahan bakar dari sebuah kendaraan tergantung dari berbagai faktor. Faktor-faktor yang paling penting adalah tingkat ke-aerodinamis-an bodi kendaraan, sasis dan rangka, dimensi dan ruang bakar mesin, serta bahan yang diaplikasikan pada bodi maupun sasis dan rangka tersebut. Aerodinamika merupakan salah satu ilmu yang memiliki dampak besar pada rekayasa otomotif modern. Pada penelitian ini objek yang diteliti adalah bodi kendaraan KMHE dari tim Jayabaya Universitas Nusantara PGRI Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui koefisien drag dari bodi kendaraan dilihat dari aspek variasi bentuk area depan bodi kendaraan. Dengan mengubah atau memodifikasi area depan bodi kendaraan yang sebelumnya berbentuk setengah bola menjadi pipih, diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap tingkat ke-aerodinamis-an dari bodi kendaraan tersebut. Berdasarkan analisa melalui SolidWorks, dapat diketahui bahwa koefisien drag dari Jayabaya 1.0 dengan variasi kcepatan 8,33; 11,11; 13,89; 16,67 m/s didapat angka 0,14; 0,17; 0,27; 0,41 N. Sedangkan hasil analisa untuk Jayabaya 2.0 adalah 0,235;0,240;0,254;0,247. Dari hasil tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa meskipun pada kecepatan rendah koefisien drag pada Jayabaya 2.0 lebih tinggi dari Jayabaya 1.0, akan tetapi pada kecepatan 13,89 m/s dan 16,67 m/s lebih rendah dari Jayabaya 1.0 dan hasil rata-rata dari empat variasi kecepatan Jayabaya 2.0 lebih unggul yakni 0,244 dibanding dengan Jayabaya 1.0 yakni 0.252. Seperti yang kita tau bahwa semakin rendah angka koefisien drag, maka tingkat aerodinamikanya juga semakin baik sehingga beban yang menghambat laju kendaraan semakin berkurang dan kendaraan lebih hemat bahan bakar.
Rancang Bangun Alat Pengiris Bawang Merah Yang Efektif Dan Efisien Untuk Home Industry Hidayat, Dhimas Ramadhan; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1108

Abstract

Proses pengiris bawang Merah pada umumnya masih menjadi kendala para pelaku usaha UMKM. karena masih menggunakan cara yang manual yang dinilai kurang efisien karena memerlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan banyak tenaga. Selain itu dari tingkat keamanan dinilai kurang aman dan juga dapat menimbulkan mata perih, dari permasalahan diatas maka akan dilakukan perancangan bangun alat pengiris bawang merah yang efektif dan efisien untuk home industry. Cara kerja dari alat pengiris bawang merah adalah bawang merah yang sudah terkupas kulit arinya akan masuk ke dalam corong penampung. setelah dari corong bawang tersebut akan masuk dengan sendirinya menuju ruang pisau pemotong. Pisau pemotong tersebut di gerakan oleh motor listrik. Dengan memodifikasi jumlah mata pisau yang lebih banyak dapat menghasilkan potongan dengan cepat dalam jumlah banyak. Sehingga dengan modifikasi tersebut dapat menghemat waktu yang dibutuhkan untuk mengiris bawang merah. Tahap ujicoba menghasilkan 3 hasil dengan RPM yang berbeda beda. Percobaan pertama dengan menggunakan Rpm 500 membutuhkan waktu 11,08 detik yang hasil irisan terlalu lembut karena putaran terlalu kencang. Ujicoba yang kedua menggunakan Rpm 400 membutuhkan waktu 24,92 detik dengan hasil irisan yang rapi. Percobaan ketiga menggunakan Rpm 300 membbutuhkan waktu 26,69 detik dengan potongan yang agak besar karena putaran pisau yang rendah. Dari ketiga percobaan yang paling rapi irisan potongannya ialah pada RPM 400 dengan waktu 24,92 detik. Dikarenakan pada RPM inilah putaran pisau pengiris stabil yang dapat menghasilkan potongan yang pas.