Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Rasio Komposisi Opsi Asitelin Dan Oksigen Proses Pebakaran Menggunakan Kompor Pelebur Kaca Susanto, Deny Yuli; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1129

Abstract

Dibutuhkan penanganan khusus untuk mengolah/mendaur ulang limbah kaca menjadi manik-manik. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem tempel yaitu kaca yang masih utuh dipotong kecil-kecil lalu disatukan dengan cara diberi perekat dan sistem peleburan. Dalam proses daur ulang kaca membutuhkan bahan bakar yang efisien dan mampu meleburkan kaca dengan cepat hingga kaca meleleh. Proses pembakaran limbah kaca disentra pengrajin manik –manik di Ds.Plumbon Gambang, Kec.Gudo, Kab.Jombang Inovasi yang mencoba dikembangkan oleh peneliti untuk membantu proses peleburan kaca di industry pengolahan kaca adalah dengan membuat dengan menggunakan gas oksi-asetelin atau karbit. Gas asetelin memeliki panas yang sangat tinggi sekitar 3.5000 C yang dapat melelehkan kaca hingga menjadi seperti gulali dengan sangat cepat. Optimalisasi rasio komposisi oksi-asitelin pada proses pembakaran menggunakan kompor pelebur kaca ini diharapkan dapat mengoptimalkan dalam pembakaran limbah kaca untuk proses pembuatan kerajinan manik-manik dengan bahan bakar gas oksi-asetelin atau karbit dan mampu menjadi cara alternative untuk melelehkan kaca dan akan menjadi bahan bakar alternatif untuk peleburkan kaca. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen yakni melakukan pembuatan tungku pelebur kaca agar mendapatkan nilai panas yang efisiensi pada pembakaran mengunakan asitelin dan gas oksigen , yang nanti akan di manfaatkan untuk menekan biaya pengunaan bahan bakar terhadap pelaku pengrajin kaca. Penjadwalan pembuatan mesin dan analisis laporan pada mesin pengolah limbah kaca akan di optimalisasikan selama 5 bulan. Hasil uji coba pada penelitian ini berfokus pada variasi penggunaan atau pengaturan pemakaian gas asetelin. Dalam waktu 5 menit. Capaian suhu terjadi seiring dengan perubahan rasio penggunaan gas asetelin. Semakin kecil gas asetelin didapatkan suhu semakin tinggi. Dengan pembakaran kaca secara konvensional dengan perbandingan gas asetelin yang lebih kecil dari pada gas oksigen maka akan didapatkan suhu yang tinggi dan nyala api karburasi dengan suhu mencapai 1395 0C. Dengan suhu tersebut mampu melelehkan kaca sehingga seperti gulali. Proses pembakaran kaca menggunakan bahan bakar asetelin dan oksigen juga memiliki kekurangan dimana sifat kaca i yang mudah mongering dan radius pembakaran untuk mencapai suhu diatas 1200 0C kurang merata dengan menggunakan blender karena titik api cenderung mengerucut untuk mendapatkan suhu api yang tinggi.