Paskalis Bisma Suarlembit
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE APPOINTMENT OF JUDGES IN RESTORATIVE JUSTICE: BETWEEN QUASI-JUDGMENT AND RES JUDICATA FROM THE PERSPECTIVE OF LEGAL CERTAINTY Paskalis Bisma Suarlembit; Cahaya Wulandari
Ajudikasi: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 2 (2025): Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ajudikasi.v9i2.11525

Abstract

Restorative Justice (RJ) in the 2025 Draft Criminal Procedure Code (RKUHAP) offers an alternative to resolving criminal cases outside of court through agreements between perpetrators, victims, and law enforcement officials. However, the judge's decision on the outcome of RJ has sparked debate regarding its legal force and certainty as a final res judicata decision, as well as protection of the ne bis in idem principle. This study aims to analyze the legal force of the judge's decision in the RJ mechanism according to the 2025 RKUHAP and its implications for the ne bis in idem principle. The method used is normative juridical analysis through the analysis of regulations and the latest legal literature. The results show that the judge's decision in RJ does not fully meet the requirements of a binding final decision, thus potentially causing legal uncertainty and opening up the possibility of retrial. It is necessary to strengthen the norms in the 2025 RKUHAP so that the judge's decision in RJ has permanent legal force and maximally protects the principle of ne bis in idem.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH TAHU MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DALAM KEGIATAN KKN UNNES GIAT 10 DESA PUCANGMILIRAN Alfath Ali Ashar; Paskalis Bisma Suarlembit; Aditya Wisnu Pradana; Alfian Nazar Hidayat; Jeanne Aleysia Satriani
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2025): MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v11i1.10469

Abstract

Desa Pucangmiliran di Kabupaten Klaten menghadapi permasalahan lingkungan yang dihasilkan dari limbah cair tahu industri rumah tangga. Limbah cair tahu yang kaya bahan organik, jika tidak diolah dengan baik, dapat mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem serta kesehatan manusia. Sebagai solusi, program pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat desa dalam mengolah limbah tahu menjadi pupuk organik cair (POC). Program ini terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan melibatkan ibu-ibu PKK setempat yang aktif belajar dan mempraktikkan pembuatan pupuk cair menggunakan metode fermentasi sederhana. Proses ini melibatkan bahan limbah tahu, air gula merah, cairan EM4, dan air cucian beras yang difermentasi selama 14 hari. Hasilnya, limbah cair tahu yang semula menjadi masalah lingkungan berhasil diubah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Program ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomis dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.