Raditya Bagus Pradana
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL ADOPSI DEEPSEEK AI PADA MAHASISWA DI SURABAYA MENGGUNAKAN TAM Mohammad Bayu Rizki; Rifqi Ahmad Abdurrahman; Raditya Bagus Pradana
PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Sistem Komputer Vol. 12 No. 3 (2025): Prosisko Vol. 12 No. 3 November 2025
Publisher : Pogram Studi Sistem Komputer Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/prosisko.v12i3.10765

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) mendorong munculnya berbagai inovasi global, salah satunya adalah DeepSeek AI yang dikembangkan di Tiongkok. Sebagai platform AI generatif yang mendukung proses pembelajaran, DeepSeek memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adopsi DeepSeek AI oleh mahasiswa di Surabaya dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas. Variabel yang dianalisis mencakup awareness, social influence, perceived enjoyment, dan personalisasi sistem. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang memenuhi kriteria. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran dan pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan sistem. Sebaliknya, variabel kenyamanan dan personalisasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap niat penggunaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kognitif dan sosial lebih dominan dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap adopsi teknologi, dibandingkan faktor emosional. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung strategi pengembangan dan penerapan AI generatif dalam konteks pendidikan tinggi.