Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi tantangan bagi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) di Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 42 akseptor KB sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,037), dukungan suami (p = 0,031), dan peran petugas kesehatan (p = 0,020) dengan penggunaan IUD. Responden dengan pengetahuan baik cenderung lebih memilih IUD dibandingkan yang kurang pengetahuan. Dukungan suami yang positif meningkatkan kenyamanan istri dalam menggunakan IUD, sementara peran petugas kesehatan melalui konseling efektif turut mendorong keputusan penggunaan IUD. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi kepada pasangan usia subur mengenai manfaat IUD, peran suami dalam mendukung keputusan istri, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, dan norma budaya, serta pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap IUD. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pemanfaatan IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia.