Komunikasi lebih penting dalam profesi keperawatan karena komunikasi adalah metode utama dari proses keperawatan. Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan seseorang pasien setelah membandingkan kinerja pelayanan atau hasil yang dirasakan dengan harapan yang diinginkan oleh pasien setelah menjalani rawat inap. Data World Health Organization (WHO) tahun 2021 menunjukan data tentang kepuasan pasien rumah sakit di berbagai Negara yang terdiri dari lebih dari 6 juta masukan pasien dalam perawatan kesehatan di 25 negara. Hasil survey indeks kepuasan masyarakat yang dilakukan oleh (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017) didapatkan hasil kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit di Indonesia sebesar 82,7% masih dibawah target 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Dalam penelitian ini menggunakan desain analitik, dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini telah dilakukan tanggal 15 Agustus sampai dengan 27 Agustus 2024. Populasi adalah seluruh pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen berjumlah 66 orang data bulan April 2024. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling menggunakan tabel Krejcie berjumlah 56 orang. Pengolahan data menggunakan program komputerisasi SPSS versi 2.0. Hasil uji univariat diperoleh komunikasi terapeutik perawat sebagian besar pada kategori terapeutik (60,7%) dan kepuasan pasien sebagian besar pada kategori puas (58,9%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p (0,000) < α (0,05), Ha diterima, artinya ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien. Diharapkan dapat menambah informasi dan pengetahuan mengenai pelayanan kesehatan dan komunikasi yang dilakukan perawat yang berfokus pada kesembuhan pasien dan memberikan pasien rasa puas terhadap pelayanan.