Keselamatan pasien adalah jantung dari pelayanan kesehatan. Keselamatan sangat penting untuk penegakan diagnosa tindakan Kesehatan dan perawatan. Rumah sakit dituntut mampu mengimplementasikan sasaran keselamatan pasien untuk meminimalisir insiden keselamatan pasien. Data dari negara inggris dalam larasati dkk (2021), insiden mengenai keselamatan pasien menjadi pemicu ribuan orang cedera setiap tahunnya sehingga mengakibatkan 11.000 kematian. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian dalam perawatan Kesehatan. Penerapan sasaran keselamatan pasien tentunya di pengaruhi dari beberapa faktor salah satunya sikap dan kerja sama tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan kerja sama tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di Rumah Sakit Cut Mutia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap di Rumah Sakit Cut Mutia. Jumlah sampel dalam penelitian ini 79 perawat. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan mei-juni. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dengan metode self administered questionnaire. Analisis data menggunakan Analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap perawat dengan implementasi sasaran keselamatan pasien dengan p value 0,000 dan PR=395 95% CI=216-271. Serta terdapat hubungan kerja tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien dengan nilai p value 0,003 dan PR=1,879 95% CI=1,228-2,875. Hal ini menandakan bahwa sikap dan kerja sama tim berpengaruh terhadap implementasi sasaran keselamatan pasien. Ada hubungan antara sikap dan kerja tim dengan implementasi sasaran keselamatan pasien di Rumah Sakit Cut Mutia dengan adanya sikap dan kerja sama tim yang baik tentunya dapat meningkatkan implementasi sasaran keselamatan pasien yang baik di Rumah Sakit.