Fithriany
Program Studi D3 Fisioterapi, Fakultas Vokasi, Universitas Muhammadiyah Aceh, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CERVICALGIA DENGAN MODALITAS TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION, MICRO WAVE DIATHERMY DAN STRETCHING DI RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH Nailul Muna; Fithriany; Sri Alna Mutia; Nurnarita Laila
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ecsdwp45

Abstract

Cervicalgia merupakan kondisi muskuloskeletal yang ditandai dengan nyeri leher akibat berbagai faktor, seperti postur tubuh yang buruk, cedera, atau spasme otot, dan dapat berdampak pada keterbatasan gerak serta penurunan kualitas hidup penderita. Penatalaksanaan fisioterapi melalui kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Microwave Diathermy (MWD), dan stretching telah digunakan secara luas untuk mengurangi nyeri, meningkatkan fleksibilitas, serta memperbaiki fungsi leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi TENS, MWD, dan stretching terhadap penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), serta kualitas hidup pasien dengan cervicalgia. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan pada Februari 2025 dengan melibatkan satu pasien cervicalgia yang menjalani intervensi selama enam sesi. Evaluasi dilakukan menggunakan pengukuran nyeri tekan, nyeri gerak, serta skor fungsi leher. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri, yaitu nyeri tekan dari skor 1 menjadi 0 dan nyeri gerak dari skor 3 menjadi 2. Selain itu, fungsi leher meningkat dari skor 37 menjadi 36, dan kualitas hidup pasien menunjukkan perbaikan dari skor 25 menjadi 20. Hasil ini mendukung literatur sebelumnya yang menegaskan bahwa kombinasi TENS, MWD, dan stretching efektif dalam mengurangi nyeri serta meningkatkan fungsi muskuloskeletal. Dengan demikian, kombinasi modalitas ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi fisioterapi konservatif pada pasien cervicalgia.