Risna Fazlaini
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PANTANG MAKANAN DAN BUDAYA DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO ACEH BESAR Muliana; Ummu Aiman; Risna Fazlaini
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/abbf2r91

Abstract

Robekan perineum terjadi pada hampir semua kelahiran pertama, adanya budaya pantang makan mempengaruhi penyembuhan luka perineum. Terdapat 2,7 juta kasus rupture dan trauma perineum pada ibu bersalin masih terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro, diperoleh data ibu nifas dengan luka perineum yang berpantang makanan seperti ikan dan telur sebanyak 4 orang dan ibu nifas yang tidak melakukan pantang makanan sebanyak 2 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pantang makanan dan budaya dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mengalami luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar sebanyak 37 orang, adapun teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner, pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan pantang makan (p = 0,000< 0,05) dan budaya (p = 0,003 < 0,05) dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penyembuhan luka perineum berhubungan dengan pantang makan dan budaya, untuk itu diharapkan kepada petugas Kesehatan di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar untuk dapat meningkatkan edukasi mengenai penyembuhan luka perineum dengan tidak melakukan pantang makanan.