Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN GAYA CINTA PADA PASANGAN MAHASISWA LDR DI TINJAU BERDASARKAN JENIS KELAMIN Naiza Ferona; Syaufi Nazmi Akmal; Fida Rafalina; Najwa Safhira; Shofiatun; Ghina Alfi Mahiroh; Nur Afni Safarina; Yulia Nanda Safitri
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL CINTA NUSANTARA
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i2.70

Abstract

This study aims to examine the differences in love styles between male and female university students engaged in long-distance relationships (LDR). This topic is important because love styles influence how individuals build and maintain romantic relationships, especially when facing physical limitations such as in LDRs. The hypothesis of this study is that there are significant differences in love styles between males and females in long-distance relationships. The research employed a comparative quantitative approach with purposive sampling and used questionnaires based on Lee’s (1977) six love styles theory. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed a significant difference in love styles between male and female students (p = 0.001). Female students tended to exhibit mania, ludus, and pragma styles, while male students were more likely to show pragma, eros, and agape styles. These findings highlight the importance of understanding gender differences in expressing love, especially to maintain relationship quality in long-distance settings
Penanggulangan Bencana Banjir dan Dampak Psikologis Bagi Masyarakat Najwa Safhira
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Oktober 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia akibat kondisi geografis, perubahan tata ruang, degradasi lingkungan, serta curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas penampungan air. Fenomena banjir, terutama pada wilayah rawan, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh hilangnya lingkungan tempat tinggal, terganggunya aktivitas ekonomi, serta ancaman keselamatan yang berulang setiap terjadinya banjir. Dampak psikologis yang muncul antara lain stres, kecemasan, depresi, trauma, gangguan tidur, hingga risiko gangguan stres pascatrauma. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir seringkali harus mengembangkan strategi adaptasi untuk mengurangi beban psikologis, termasuk membangun resiliensi dan memanfaatkan dukungan sosial dari keluarga maupun komunitas. Resiliensi berperan penting dalam membantu individu bangkit dari situasi sulit, menjaga stabilitas emosi, serta kembali menjalankan aktivitas setelah bencana. Dukungan sosial juga menjadi faktor protektif yang membuat korban merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak menghadapi bencana secara sendirian. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan dampak psikologis banjir, faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan mental korban, serta pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan berbagai upaya penanggulangan bencana dapat mencakup aspek psikologis sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan.