Arizki Putri Candelaria
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keamanan Lingkungan Pelestarian dan Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo: melalui Kerja Sama Green Sister City Surabaya – Kitakyushu Arizki Putri Candelaria
Journal of Integrative International Relations Vol. 9 No. 2 (2024): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2024.9.2.82-94

Abstract

The city of Surabaya faces various environmental issues, including air pollution, water contamination, and waste management. Addressing these problems requires a holistic approach through the utilization of vegetative areas, such as mangrove forests, which have many essential functions for the environment and human life. In an effort to conserve the mangrove forests in Surabaya, the city has established a partnership with Kitakyushu, Japan, which has successfully overcome similar environmental crises in the past. This research aims to examine how the experiences and successes of Kitakyushu can be applied in Surabaya to develop mangrove forest ecotourism, with the goal of improving environmental quality and community well-being. The methodology used is qualitative-descriptive, with data collected through interviews and document analysis. The research findings indicate that Kitakyushu's successful experience in addressing environmental issues serves as an inspiration for Surabaya. This collaboration includes various mangrove forest conservation programs and ecotourism development, which have successfully enhanced environmental quality and public awareness. In conclusion, international cooperation through paradiplomacy, such as this sister city relationship, can be an effective model for addressing environmental issues and improving local community welfare. Kota Surabaya menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, termasuk polusi udara, pencemaran air, dan pengelolaan sampah. Penanganan masalah ini membutuhkan pendekatan holistik melalui pemanfaatan kawasan vegetasi, seperti hutan mangrove, yang memiliki banyak fungsi penting bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Dalam upaya melestarikan hutan mangrove di Surabaya, kota ini menjalin Kerjasama sister city dengan Kitakyushu, Jepang, yang telah berhasil mengatasi krisis lingkungan serupa di masa lalu. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pengalaman dan keberhasilan Kitakyushu dapat diterapkan di Surabaya untuk mengembangkan ekowisata hutan mangrove, guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan penelusuran dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sukses Kitakyushu dalam mengatasi permasalahan lingkungan menjadi inspirasi bagi Surabaya. Kerjasama ini mencakup berbagai program pelestarian hutan mangrove dan pengembangan ekowisata, yang berhasil meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat. Kesimpulannya, kerjasama internasional melalui paradiplomasi, seperti hubungan sister city ini, dapat menjadi model efektif dalam mengatasi isu-isu lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Operasi Taufan Al-Aqsa 2023: Analisis Dinamika Strategi Perang Hamas terhadap Israel Arizki Putri Candelaria
Journal of Integrative International Relations Vol. 10 No. 1 (2025): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2025.10.1.78-89

Abstract

The Al-Aqsa Flood Operation launched by Hamas on October 7, 2023, marked a significant shift in Hamas’s warfare strategy against Israel. This study analyzes the dynamics of Hamas’s war strategy during the operation using the concepts of asymmetric warfare and guerrilla strategy. The research adopts a qualitative-descriptive approach, employing documentation techniques from various primary and secondary sources. The findings indicate that Hamas developed a more coordinated guerrilla tactic, including the use of tunnels, deception, ambushes, sabotage, as well as new tactics such as saturation attacks, drone strikes, and propaganda. This operation had not only military impacts on Israel but also broad political and social consequences. Hamas succeeded in exploiting weaknesses in Israeli intelligence and leveraged geopolitical momentum to strengthen its position in the prolonged conflict with Israel. Operasi Taufan Al-Aqsa yang dilancarkan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 menandai perubahan signifikan dalam strategi perang Hamas terhadap Israel. Penelitian ini menganalisis dinamika strategi perang Hamas dalam operasi tersebut dengan menggunakan konsep perang asimetris dan strategi gerilya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik dokumentasi dari berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamas mengembangkan taktik gerilya yang lebih terkoordinasi, termasuk penggunaan terowongan, deception, ambush, sabotase, serta taktik baru seperti saturation attack, drone attack, dan propaganda. Operasi ini tidak hanya berdampak pada Israel secara militer tetapi juga memiliki konsekuensi politik dan sosial yang luas. Hamas mampu mengeksploitasi kelemahan intelijen Israel dan memanfaatkan momen geopolitik untuk memperkuat posisinya dalam konflik berkepanjangan dengan Israel.