Revolusi Industri 4.0 menuntut manufaktur Indonesia untuk mengadopsi digitalisasi dan otomasi demi meningkatkan efisiensi dan mutu. Lean Manufacturing, dengan prinsip inti pengurangan waste dan peningkatan nilai, dapat diperkuat oleh teknologi seperti IoT, analisis big data, dan AI untuk menciptakan proses produksi adaptif dan efisien. Artikel ini menelaah tiga jurnal lokal mengenai: penerapan 5S di startup manufaktur, integrasi Lean Six Sigma dengan Industry 4.0 di industri pertahanan, dan penerapan prinsip Lean (VSM + 5S) di industri perkapalan. Meskipun integrasi ini mampu mengurangi waktu siklus, menurunkan defect, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, implementasi nyata masih dibatasi oleh faktor infrastruktur digital, keterbatasan kompetensi SDM, biaya, dan keamanan siber. Rekomendasi mencakup pilot project digitalisasi Lean di UMKM, pelatihan SDM, dan regulasi dukungan adopsi teknologi.