Gaya hidup yang konsumtif dikalangan, termasuk para pelajar SMK Al-Makmur telah menjadi masalah yang semakin meresahkan, khususnya dalam situasi globalisasi, perkembangan platform media sosial, dan kemudahan dalam menggunakan teknologi digital. Remaja seringkali terjerumus dalam kebiasaan belanja yang berlebihan yang disebabkan oleh pengaruh mode, tekanan dari teman-teman, dan taktik pemasaran digital yang intensif. Situasi ini tidak hanya menimbulkan efek pada bagian keuangan, contohnya kesulitan untuk menyimpan uang dan kemungkinan terjerat hutang, tetapi juga pada keadaan psikologis dan interaksi sosial, termasuk timbulnya perasaan rendah diri, kegelisahan, hingga menurunnya kemampuan untuk mandiri. Penelitian serta aktivitas ini dikerjakan dengan tujuan untuk menelaah faktor-faktor penyebab, akibat yang dihasilkan, serta mendesain solusi berupa pelatihan pengetahuan keuangan dan peningkatan kesadaran diri pada anak muda. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa bertambahnya informasi mengenai pengelolaan keuangan, pengendalian diri, serta pemahaman tentang arti penting kebutuhan dan keinginan sanggup mengurangi kebiasaan berbelanja yang berlebihan. Selain itu, cara yang didasarkan pada pendidikan interaktif terbukti lebih sukses dalam mengembangkan kesadaran yang tajam pada anak muda tentang dampak dari gaya hidup konsumtif. Maka dari itu, tindakan pencegahan melalui pengajaran dan pembangunan karakter di sekolah maupun lingkungan masyarakat menjadi strategi yang penting untuk membentuk generasi penerus yang lebih arif, independen, dan kompeten dalam mengatur sumber daya secara berkelanjutan.