Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kewenangan PTUN Dalam Sengketa Kontrak Pemerintah: Studi Kasus Pembatalan Kontrak Oleh Pejabat Tata Usaha Negara Yudhiran Demonggreng; Rastra Judea Satyawada Pattiwael
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 5 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i5.4889

Abstract

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa yang timbul akibat keputusan atau tindakan pejabat tata usaha negara, termasuk dalam konteks pengadaan barang dan jasa pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan PTUN pasca-Undang-Undang Administrasi Pemerintahan serta batasan kompetensinya dalam menangani sengketa kontrak pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan makna Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) dalam UU Administrasi Pemerintahan membuka peluang bagi PTUN untuk mengadili sengketa yang sebelumnya berada di luar yurisdiksinya, namun juga menimbulkan perbedaan interpretasi hakim yang berujung pada inkonsistensi putusan. Selain itu, batasan kompetensi PTUN dalam sengketa kontrak pemerintah masih menjadi perdebatan, terutama dalam kasus yang melibatkan aspek hukum perdata. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi dan pedoman yang lebih jelas guna memastikan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa di PTUN.
Fault-Based Liability Vs. Strict Liability: Comparative Study of the Concept of Unlawful Acts Indonesia – Japan Wilhelmina Setia Atmadja; Gavra Datadavie Ginting; Maheswari Queena Dewani; Jason Marvin Wijaya; Rastra Judea Satyawada Pattiwael; Yudhiran R. V. M. Demonggreng
Journal of Social Research Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i10.2825

Abstract

This research analyzes the comparative concepts of fault-based liability and strict liability in torts under Indonesian and Japanese civil law. Although both jurisdictions adopt the European-Continental legal system, the approaches to liability reflect different historical, political, and social contexts. The research employs a normative (doctrinal) juridical approach, supported by secondary legal materials. Findings show that fault-based liability, as codified under Article 1365 of the Civil Code and Article 700 of the Civil Code of Japan, remains the general principle in determining liability, placing the burden of proof on plaintiffs. However, strict liability has emerged in special laws, particularly in consumer protection and environmental law. Landmark cases such as PT Newmont Minahasa Raya in Indonesia and the Minamata case in Japan illustrate the challenges and transitions between these two liability regimes. The study concludes that a balanced dual approach is necessary. Fault-based liability ensures legal certainty and fairness for defendants, while strict liability strengthens victim protection and deterrence. Ultimately, harmonizing both principles enhances access to justice, accommodates social needs, and aligns with global legal trends.