Abstrak. Pelaksanaan proyek tidak selamanya sesuai rencana karena pengaruh cuaca, perubahan desain, kesalahan dalam perencanaan, sulitnya proses pemasangan material yang mengakibatkan keterlambatan pekerjaan. Keterlambatan dalam proyek bisa diantisipasi dengan penerapan metode crashing untuk mempercepat, namun tetap memperhatikan aspek biaya dan mutu. metode crashing dilakukan dengan mengurangi durasi aktivitas dalam pelaksanaan pekerjaan yang memiliki resiko penambahan biaya akibat sumber daya proyek. Penelitian ini menganalisis percepatan pada proyek Gedung Serbaguna Universitas Diponegoro menggunakan metode crashing dengan alternatif perubahan metode pelaksanaan menggunakan metode lifting, menambah jam kerja sebanyak 2 jam dan 3 jam, serta meningkatkan jumlah tenaga kerja sebanyak 100% dan 200% dengan tujuan untuk mengetahui total biaya proyek yang lebih ekonomis dan durasi waktu yang lebih efisien. Analisis percepatan dilakukan dengan cara membuat network planning dengan Software Microsoft project untuk mendapatkan Pekerjaan yang terletak pada jalur kritis, selanjutnya pekerjaan yang berada dalam jalur kritis dipilih dengan pertimbangan biaya paling mahal, durasi terpanjang, dan sulitnya proses pemasanganya. Dari pertimbangan tersebut diperoleh pekerjaan rangka atap space frame. Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil optimum adalah alternatif penambahan tenaga kerja 200% dengan pengurangan durasi 74 hari dari durasi pekerjaan yang semula 112 hari dipercepat menjadi 38 hari dengan biaya crash sebanyak Rp21.801.520.588,00, yang berarti mengalami penurunan sebanyak 3.275% dibandingkan dengan biaya normal sebanyak Rp22.539.633.480,00.