Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jejak yang Terlupakan: Keraton Kartasura dalam Perspektif Politik Identitas dan Memori Kolektif Masyarakat Rahmania Yoga Ratri; Anisa Fitri Rohimah; Nurul Chotimah; Reska Nurviani; Salsabilla Diana Putri
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 3 (2025): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i3.415

Abstract

The Kartasura Palace represents a significant legacy of the Mataram Islamic Kingdom, yet it has gradually faded from the collective memory of society. This study aims to examine the position of the Kartasura Palace not only as a historical site but also as a symbol of political identity and collective memory among Javanese communities. Using a qualitative approach and a descriptive-narrative method, data were collected through in-depth interviews, direct observation, and historical literature review. The findings reveal that the low level of public knowledge—especially among younger generations—about the history of Kartasura Palace is influenced by the dominance of the Surakarta Palace narrative and the weakness of local history education. The site is often perceived more mystically than historically, weakening the community’s sense of collective identity. However, local communities and site managers have initiated preservation efforts that could revive Kartasura’s historical and cultural values. The Kartasura Palace holds great potential as a space for cultural representation and historical learning to strengthen both local and national identity awareness. This study recommends enhancing local history education, fostering cultural preservation collaboration between government and society, and symbolically revitalizing the site as a strategy to reinforce an inclusive and sustainable political identity. Abstrak: Keraton Kartasura merupakan bagian penting dalam sejarah Kesultanan Mataram Islam yang kini mengalami pelunturan dalam memori kolektif masyarakat. Penelitian ini bertujuan menelaah posisi Keraton Kartasura tidak hanya sebagai situs historis, tetapi juga sebagai simbol politik identitas dan memori kolektif masyarakat Jawa. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif naratif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta telaah literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat lokal, terutama generasi muda, terhadap sejarah Keraton Kartasura disebabkan oleh dominasi narasi Kesunanan Surakarta dan lemahnya pendidikan sejarah lokal. Situs ini cenderung dipersepsikan secara mistis daripada historis, sehingga melemahkan keterikatan identitas kolektif masyarakat. Namun, terdapat inisiatif pelestarian dari komunitas lokal dan pengelola situs yang berpotensi menghidupkan kembali nilai historis dan budaya Kartasura. Keraton Kartasura memiliki potensi besar sebagai ruang representasi budaya dan pembelajaran sejarah yang dapat memperkuat kesadaran identitas lokal maupun nasional. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi sejarah lokal, kolaborasi pelestarian budaya antara pemerintah dan masyarakat, serta revitalisasi simbolik situs sebagai strategi memperkuat politik identitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Media Digital sebagai Enabler Gadai Syariah: Analisis Etnografi Virtual Wahyu Hidayat; Salsabilla Diana Putri; Fathiya Khairu Izzati
Academica: Journal of Multidisciplinary Studies Vol. 8 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/academica.v8i2.13581

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor keuangan syariah, termasuk pada layanan gadai syariah yang kini semakin terintegrasi dengan media sosial sebagai kanal komunikasi dan edukasi. Instagram tidak lagi semata berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang membentuk pengalaman, persepsi, dan pemaknaan baru masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran platform digital sebagai enabler dalam pengembangan layanan gadai syariah, dengan fokus pada Pegadaian Syariah Pusat dan Pegadaian Syariah Cabang Purwokerto, menggunakan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di ruang digital, dokumentasi konten media sosial, serta analisis interaksi audiens, guna mengidentifikasi pola komunikasi, strategi pemasaran digital, dan respons publik terhadap pesan-pesan yang disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan signifikan dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan literasi keuangan syariah, serta membangun kepercayaan publik melalui penyajian konten visual yang persuasif, interaktif, dan edukatif.