Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Pengembangan Kompetensi Pemandu Wisata Budaya di Rumah Adat Karo Selayang dalam Menghadapi Kebutuhan Wisata Edukasi Rahmat Alhafiizh; Tri Wahyuda; Irmayana Irmayana; Donna Sapitri Harahap; Annisa Dea Mudrika; Ilham Adithiya Sirait; Sri Windari
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 4 (2025): Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i4.484

Abstract

This study focuses on the urgency of developing the competence of cultural tour guides at the Karo Traditional House Garista, located in Medan Selayang, in response to the increasing demand for the educational tourism sector. Garista, an authentic Siwaluh Jabu (eight-family house) that was relocated and preserved, serves as a knowledge center rich in philosophical value and the uniqueness of nail-less architecture, making it a vital destination for students, university students, and researchers. Therefore, the guides at this site are required to possess competence beyond general standards, specifically the ability to perform educational interpretation rather than mere description, ensuring that the essence of Karo culture is conveyed with depth and substance. This research aims to formulate an ideal model for competence development, which includes identifying existing guide competency gaps, determining the key elements required (knowledge, skills, and attitude), and designing a structured training model. Methodologically, the study will utilize a qualitative descriptive approach with data collection techniques involving triangulation, including in-depth interviews with managers, guides, and local cultural experts, participatory observation of the guiding process, and document analysis. The expected outcome is a Guide Competency Development Model oriented towards strengthening cultural narratives that can significantly enhance the educational tourism experience, while simultaneously contributing to the preservation efforts of the Karo heritage in an urban environment.  [Penelitian ini memfokuskan pada urgensi pengembangan kompetensi pemandu wisata budaya di Rumah Adat Karo Garista, yang berlokasi di Medan Selayang, sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan sektor wisata edukasi. Garista, sebuah Siwaluh Jabu (rumah delapan keluarga) otentik yang dipindahkan dan dilestarikan, berfungsi sebagai pusat pengetahuan yang kaya akan nilai filosofis dan keunikan arsitektur tanpa paku, menjadikannya destinasi vital bagi pelajar, mahasiswa, dan peneliti. Oleh karena itu, pemandu di situs ini dituntut untuk memiliki kompetensi di atas standar umum, yaitu kemampuan untuk melakukan interpretasi edukatif alih-alih sekadar deskripsi, agar esensi budaya Karo dapat tersampaikan secara mendalam dan berbobot. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan kompetensi yang ideal, mencakup identifikasi kesenjangan kompetensi pemandu yang ada, penentuan elemen-elemen kunci yang dibutuhkan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap), dan perancangan model pelatihan yang terstruktur. Secara metodologis, penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi meliputi wawancara mendalam dengan pengelola, pemandu, dan budayawan lokal, observasi partisipatif terhadap proses guiding, serta analisis dokumen. Hasil yang diharapkan adalah Model Pengembangan Kompetensi Pemandu yang berorientasi pada penguatan narasi budaya dan mampu meningkatkan pengalaman wisata edukasi secara signifikan, sekaligus berkontribusi pada upaya pelestarian warisan Karo di wilayah urban.]
Peran Museum Negeri Medan Dalam Pelestarian Warisan Budaya Multietnis Di Sumatera Utara Dumel Awiyah Harahap; Tegar Triwibowo Damanik; Alvin Rivaldi; Novia Astari; Farhana Aziz Batu bara; Sri Windari
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 4 (2025): Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i4.486

Abstract

This study aims to analyze the role of the Medan State Museum in preserving multi-ethnic cultural heritage in North Sumatra. The museum is understood not only as a place for storing historical artifacts, but also as a space for public education and a means of strengthening community cultural identity. This research employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method through observation, interviews, and documentation studies. The findings indicate that the Medan State Museum plays an active role in preserving ethnographic collections, representing the cultures of various ethnic groups in North Sumatra, and organizing educational programs as well as cultural exhibitions for the public. However, the museum still faces several challenges, including limitations in human resources, facilities, and low public interest in museum visits. Therefore, innovative, participatory, and sustainable management strategies are required to further optimize the museum’s role in preserving and safeguarding multi-ethnic cultural heritage. [Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Museum Negeri Medan dalam pelestarian warisan budaya multietnis di Sumatera Utara. Museum dipahami tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi publik dan sarana penguatan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Negeri Medan berperan aktif dalam melestarikan koleksi etnografi, merepresentasikan kebudayaan berbagai etnis yang ada di Sumatera Utara, serta menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pameran budaya bagi masyarakat. Namun demikian, museum masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas, serta rendahnya minat kunjungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan agar peran museum dapat lebih optimal dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya multietnis]
Penguatan Kompetensi Guide: Studi Pengalaman Pelatihan Mahasiswa di Museum Perkebunan Indonesia 1 Medan Syahna Wulan Andina Andina; Putri Wandini; Artika Hazra Harahap; Mustopa Dongoran; Imam Baihaqi Rahmatain; Angge Kurniawan; Sri Windari
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 4 (2025): Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i4.499

Abstract

This study aims to analyze the design and implementation of guide training at the Museum Perkebunan Indonesia I (Musperin I) in Medan and to examine students’ experiences in strengthening their competencies as prospective museum guides. This research employs a qualitative descriptive approach using a case study method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with student trainees and instructors, and documentation of training activities. The findings indicate that the guide training program at Musperin I is designed based on a competency-based approach, emphasizing a balance between mastery of plantation history knowledge, communication and interpretation skills, visitor management, and professional ethics. The training experience has a positive impact on improving students’ understanding of local history, storytelling abilities, self-confidence, and professional readiness in guiding museum visitors. Furthermore, the training highlights the role of museums as effective contextual learning spaces that integrate theoretical knowledge with practical guiding experience. Therefore, the guide training program at Musperin I contributes to the development of competent, professional, and adaptive museum guides who are responsive to visitor needs and the dynamics of contemporary museology, while also reinforcing the museum’s role as an educational institution and a center for cultural heritage preservation. [Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain dan pelaksanaan pelatihan guide di Museum Perkebunan Indonesia I (Musperin I) Medan serta mengkaji pengalaman mahasiswa dalam memperkuat kompetensi sebagai calon pemandu museum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan mahasiswa peserta pelatihan dan instruktur, serta dokumentasi kegiatan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan guide di Musperin I dirancang berbasis kompetensi dengan menekankan keseimbangan antara penguasaan pengetahuan sejarah perkebunan, keterampilan komunikasi dan interpretasi, manajemen kunjungan, serta etika profesi pemandu. Pengalaman pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman sejarah lokal, kemampuan storytelling, kepercayaan diri, serta kesiapan profesional mahasiswa dalam memandu pengunjung museum. Pelatihan ini juga memperlihatkan peran museum sebagai ruang pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mengintegrasikan teori dan praktik kepemanduan. Dengan demikian, pelatihan guide di Musperin I berkontribusi dalam membentuk pemandu museum yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan pengunjung serta perkembangan museologi kontemporer, sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai institusi edukasi dan pelestarian warisan budaya.]