Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Low Impact Development (LID) dalam Mendukung Kebijakan Zero Delta Q di Kabupaten Karawang Navis Bustiawan; Aries Purwanto
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 1 No 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi telah mendorong terjadinya peningkatan alih fungsi lahan di banyak daerah di Indonesia. Kabupaten Karawang sebagai salah satu daerah utama tujuan investasi di Provinsi Jawa Barat juga dihadapkan dengan tantangan tersebut. Semakin luas area lahan yang beralih fungsi menjadi area terbangun, semakin berkurang area resapan dan meningkatnya limpasan permukaan (run off) dan risiko banjir. Penelitian ini menganalisis penerapan Konsep Low Impact Development (LID) dengan pendekatan studi kasus pada salah satu lokasi perumahan untuk mengetahui sejauh mana penerapannya dapat mendukung kebijakan Zero Delta Q di Kabupaten Karawang. Pemodelan hidrologi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM (Environmental Protection Agency Storm Water Management Model). Teknik LID yang diusulkan pada lokasi kajian terdiri dari sumur resapan, bioretensi serta porous pavement. Simulasi hidrologi dilakukan dengan hujan rancangan periode ulang 2, 10, dan 100 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa alih fungsi lahan dari sawah menjadi permukiman di lokasi kajian menyebabkan peningkatan debit puncak serta volume limpasan yang signifikan. Hasil tersebut juga menunjukkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersedia sebesar 22,9% tidak mampu mengakomodasi perubahan hidrologi yang terjadi. Penerapan teknik LID yang diusulkan dapat menurunkan debit puncak hingga 77% serta volume limpasan hingga 66% pada lokasi kajian dibanding dengan kondisi postdevelopment tanpa LID. Penerapan LID di lokasi kajian belum mampu mencapai kondisi yang diharapkan dikarenakan keterbatasan lahan yang hanya sebesar 15,9% dari total luasan yang ada. Namun demikian, hasil tersebut telah menunjukkan bahwa konsep LID dapat mendukung kebijakan zero delta q policy di Kabupaten Karawang.
Analisis Permasalahan Genangan di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang Navis Bustiawan
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 1 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Karangligar merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang yang sejak satu dekade terakhir mengalami permasalahan terkait genangan di sejumlah wilayahnya. Genangan yang terjadi tidak hanya muncul Ketika musim penghujan tiba namun tetap bertahan dalam waktu yang sangat lama. Penelitian ini difokuskan pada Sungai Kedunghurang, dimana Sebagian besar wilayah Desa Karangligar adalah bagian dari Catchment Area Sungai tersebut. Penelitian dilakukan dengan menganalisis hasil pengukuran topografi Sungai Kedunghurang serta melakukan simulasi aliran air dengan bantuan aplikasi HEC RAS untuk mengetahui kemampuan Sungai eksisting dalam mengalirkan debit banjir rencana. Analisis Hidrologi dilakukan untuk mencari Debit Banjir Rencana periode Ulang 10 tahun (Q10). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan elevasi dasar Sungai yang cukup signifikan pada STA 1+600 hingga STA 3+100 dibandingkan dengan elevasi dasar lahan yang mengalami genangan di hulu Sungai Kedunghurang. Debit banjir rencana Q10 didapatkan nilai sebesar 23.86 m3/s. dari simulasi diketahui bahwa kapasitas eksisting Sungai Kedunghurang terutama pada STA 0+000 s.d. STA 1+800 tidak mampu mengakomodir debit banjir tersebut. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa kondisi Sungai Kedunghurang saat ini tidak maksimal dalam mengalirkan limpasan air yang berasal dari hulu maupun catchment area-nya.