Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intervensi Mendongeng oleh Ayah Sebelum Tidur sebagai Strategi Pengembangan Sosio-Emosional Anak Prasekolah Meisya Rafacintya; Delfiana Irene Harya
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fatherless menjadi masalah serius dalam pengasuhan anak di Indonesia, di mana peran ayah masih sangat minim. Menurut Global Fatherhood Index (2021), Indonesia berada di peringkat ketiga dengan tingkat fatherless tertinggi, yang dapat menghambat perkembangan sosio-emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah melalui intervensi berbasis keluarga yang terstruktur. Penelitian menggunakan metodologi pre-experimental one group pre-post test design without control yang dilaksanakan pada Juni 2025 di PAUD Desa Tirtasari, Kabupaten Karawang, penelitian pra-eksperimen ini melibatkan 40 anak usia 5-6 tahun yang tinggal bersama ayah, diambil dari populasi 50 anak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan mendongeng selama lima hari menggunakan Panduan Dongeng Ayah Utama (PANDU) dimana berlandaskan SDIDTK. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi orang tua sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor sosio-emosional, dari rata-rata 4,80 (±1,36) menjadi 7,78 (±1,56) dengan p-value 0,001. Temuan utama mencakup: (1) peningkatan regulasi emosi 61,7% (2) Anak mengalami peningkatan kemampuan sosial sebesar 75,1%, dan (3) Kemampuan empati meningkat 51,2%, berdasarkan observasi. Intervensi mendongeng oleh ayah terbukti efektif dalam mencegah dampak fatherless dan mendukung program pemerintah seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Penelitian ini merekomendasikan mendongeng sebagai metode intervensi yang praktis, mudah diterapkan, dan terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat
The Effectiveness of Logic Punishment to Reduce the Use of Abusive Language in Students Meisya Rafacintya; Delfiana Irene Harya; Casman Casman; Uun Nurjanah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Kesehatan: Volume 14, Issue 01, April 2025
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v14i01.217

Abstract

Introduction: The use of social media provides freedom of expression, both verbal and non-verbal, not rarely referring to the use of sarcastic sentences or rude words, especially among students, the majority of whom feel common to use rude language in everyday life. The study aims to test the effectiveness of logic punishment as an attempt to reduce the use of rude words and sarcastic sentences in students, with the solution given being logic punishment. Method: The research was launched in May 2024 using pre-experimental quantitative methods with two-day early observation techniques, application of logic punishment in 4 days, and transcription of two days post-logic punishing data obtained through observation and evaluation of results involving 20 students of Horizon University Indonesia, Karawang. Results: There is an effect of using Logic Punishment on decreasing rude word use in students. (p-value 0,001). Based on the results of research, the variations in abusive language spoken by Horizon University Indonesia students are classified into 4 types, namely conditions, objects, animals and body parts, with the average use of abusive language spoken by students being 91.6% in the high category and experiencing a decline to 8.4 % in the low category after the implementation of logic punishment. Conclusion: This study results that the application of logic punishment has a positive and significant influence on students' use of harsh words.