Fenomena fatherless menjadi masalah serius dalam pengasuhan anak di Indonesia, di mana peran ayah masih sangat minim. Menurut Global Fatherhood Index (2021), Indonesia berada di peringkat ketiga dengan tingkat fatherless tertinggi, yang dapat menghambat perkembangan sosio-emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah melalui intervensi berbasis keluarga yang terstruktur. Penelitian menggunakan metodologi pre-experimental one group pre-post test design without control yang dilaksanakan pada Juni 2025 di PAUD Desa Tirtasari, Kabupaten Karawang, penelitian pra-eksperimen ini melibatkan 40 anak usia 5-6 tahun yang tinggal bersama ayah, diambil dari populasi 50 anak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan mendongeng selama lima hari menggunakan Panduan Dongeng Ayah Utama (PANDU) dimana berlandaskan SDIDTK. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi orang tua sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor sosio-emosional, dari rata-rata 4,80 (±1,36) menjadi 7,78 (±1,56) dengan p-value 0,001. Temuan utama mencakup: (1) peningkatan regulasi emosi 61,7% (2) Anak mengalami peningkatan kemampuan sosial sebesar 75,1%, dan (3) Kemampuan empati meningkat 51,2%, berdasarkan observasi. Intervensi mendongeng oleh ayah terbukti efektif dalam mencegah dampak fatherless dan mendukung program pemerintah seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Penelitian ini merekomendasikan mendongeng sebagai metode intervensi yang praktis, mudah diterapkan, dan terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat