Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Kuliner Jalanan sebagai Interioritas Urban Sementara: Kehidupan Publik dan Adaptasi Spasial di Karawang Muhamad Miftahul Karim
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkotaan pasca-pandemi telah mendefinisikan ulang pentingnya ruang publik sebagai medium pemulihan kolektif, interaksi sosial, dan aktivitas ekonomi informal. Di berbagai kota Asia Tenggara, kebangkitan kultur kuliner jalanan mencerminkan tidak hanya revitalisasi ekonomi, tetapi juga bentuk adaptasi spasial terhadap keterbatasan ruang urban. Namun, meskipun sejumlah studi telah membahas peran sosial-ekonomi pedagang kaki lima, dimensi spasial, sensorik, dan atmosferik yang membentuk lingkungan informal ini masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini mengkaji fenomena interioritas urban fana melalui studi kasus koridor kuliner jalanan di Karawang, Indonesia sebuah kawasan peri-urban yang tengah mengalami transformasi pesat akibat ekspansi industri dan fragmentasi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang didukung observasi partisipatif, pemetaan sensorik, dan wawancara mendalam, penelitian ini menelusuri bagaimana konfigurasi material temporer, negosiasi kolektif, dan pengalaman afektif bersama membentuk kondisi spasial menyerupai interior di ruang publik terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kuliner jalanan berfungsi sebagai infrastruktur adaptif yang memperkuat kohesi sosial dan ketahanan spasial melalui kolaborasi akar rumput serta fleksibilitas temporal. Studi ini berkontribusi terhadap wacana arsitektur dan perkotaan dengan menempatkan temporer dan informalitas sebagai bentuk kecerdasan desain, bukan ketidakteraturan urban. Konsep interioritas urban adaptif yang ditawarkan memperluas pemahaman teoretis tentang praktik spasial keseharian dan memberikan wawasan praktis bagi perancangan ruang publik yang inklusif serta kontekstual di wilayah yang mengalami urbanisasi cepat
Aeronomed: Perancangan Spekulatif Infrastruktur Kemanusiaan Hibrida Darat-Udara untuk Produksi dan Distribusi Sumber Daya di Wilayah Rawan Krisis Muhamad Miftahul Karim
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan frekuensi krisis kemanusiaan akibat perubahan iklim, konflik, dan degradasi lingkungan menyebabkan kerusakan infrastruktur darat serta terganggunya sistem distribusi pangan, air, dan energi. Infrastruktur kemanusiaan konvensional yang bergantung pada stabilitas daratan sering kali tidak mampu merespons kondisi krisis yang dinamis dan berkepanjangan. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan terhadap model infrastruktur yang lebih adaptif dan tidak sepenuhnya bergantung pada sistem terestrial. Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep infrastruktur kemanusiaan hibrida darat–udara yang mampu memproduksi sekaligus mendistribusikan sumber daya secara mandiri di wilayah krisis. Proyek AERONOMED dikembangkan sebagai prototipe arsitektur bergerak yang mengintegrasikan sistem produksi pangan, penyediaan air, energi mandiri, serta distribusi logistik dalam satu sistem arsitektural yang adaptif. Metode perancangan menggunakan speculative design untuk mengeksplorasi kemungkinan infrastruktur masa depan yang dikombinasikan dengan contextual design agar tetap relevan dengan kondisi krisis nyata. Pendekatan desain yang digunakan meliputi postground architecture, systembased design, dan userbased oriented design untuk membentuk sistem arsitektur yang terintegrasi antara produksi sumber daya, mobilitas, dan kebutuhan pengguna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi mobilitas udara dengan sistem produksi sumber daya dapat menghasilkan tipologi infrastruktur kemanusiaan yang lebih resilien dan fleksibel dalam merespons kondisi krisis. Konsep AERONOMED menawarkan pendekatan arsitektur sebagai sistem kehidupan yang tidak hanya menyediakan ruang perlindungan, tetapi juga berfungsi sebagai platform produksi dan distribusi sumber daya.
Aeronomed: Perancangan Spekulatif Infrastruktur Kemanusiaan Hibrida Darat-Udara untuk Produksi dan Distribusi Sumber Daya di Wilayah Rawan Krisis Muhamad Miftahul Karim
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan frekuensi krisis kemanusiaan akibat perubahan iklim, konflik, dan degradasi lingkungan menyebabkan kerusakan infrastruktur darat serta terganggunya sistem distribusi pangan, air, dan energi. Infrastruktur kemanusiaan konvensional yang bergantung pada stabilitas daratan sering kali tidak mampu merespons kondisi krisis yang dinamis dan berkepanjangan. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan terhadap model infrastruktur yang lebih adaptif dan tidak sepenuhnya bergantung pada sistem terestrial. Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep infrastruktur kemanusiaan hibrida darat–udara yang mampu memproduksi sekaligus mendistribusikan sumber daya secara mandiri di wilayah krisis. Proyek AERONOMED dikembangkan sebagai prototipe arsitektur bergerak yang mengintegrasikan sistem produksi pangan, penyediaan air, energi mandiri, serta distribusi logistik dalam satu sistem arsitektural yang adaptif. Metode perancangan menggunakan speculative design untuk mengeksplorasi kemungkinan infrastruktur masa depan yang dikombinasikan dengan contextual design agar tetap relevan dengan kondisi krisis nyata. Pendekatan desain yang digunakan meliputi postground architecture, systembased design, dan userbased oriented design untuk membentuk sistem arsitektur yang terintegrasi antara produksi sumber daya, mobilitas, dan kebutuhan pengguna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi mobilitas udara dengan sistem produksi sumber daya dapat menghasilkan tipologi infrastruktur kemanusiaan yang lebih resilien dan fleksibel dalam merespons kondisi krisis. Konsep AERONOMED menawarkan pendekatan arsitektur sebagai sistem kehidupan yang tidak hanya menyediakan ruang perlindungan, tetapi juga berfungsi sebagai platform produksi dan distribusi sumber daya.