Pengolahan singkong, seperti pembuatan keripik sangat dipengaruhi oleh ketebalan irisan singkong. Ketebalan irisan yang tidak konsisten dapat menyebabkan variasi dalam kualitas produk akhir, baik dari segi tekstur, rasa, maupun daya simpan. irisan yang terlalu tebal cenderung tidak renyah dan memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama, sedangkan irisan yang terlalu tipis dapat menjadi cepat gosong dan kehilangan nilai gizi. Oleh karena itu masih perlu di lakukan pengembangan desain alat perajang singkong. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat perajang singkong menggunakan tiga mata pisau, dan mengetahui sistem kerja alat perajang singkong menggunakan tiga mata pisau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi Pustaka, observasi, perancangan alat, desain alat, perancangan alat. Hasil dari penelitian ini yaitu alat perajang singkong menggunakan tiga mata pisau merupakan sebuah inovasi yang memiliki potensi keunggulan dalam proses perajangan singkong, selain itu mesin perajang singkong hasil modifikasi ini menggunakan motor listrik 220 volt sebagai sumber tenaga penggerak. Mesin ini mempunyai sistem transmisi tunggal yang berupa sepasang pulley dengan perantara v-belt. Saat motor listrik dinyalakan, maka putaran motor listrik akan langsung di transmisikan ke pulley 1 yang di pasang seporos dengan motor listrik. Dari pulley 1, putaran akan di transmisikan ke pulley 2 melalui perantara v-belt, kemudian pulley 2 berputar, maka poros yang berhubungan dengan pulley akan berputar sekaligus memutar pisau perajang. Hal tersebut dikarenakan pisau perajang dipasang seporos dengan pulley 2.