p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dentin
Narta Nikita Indiani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TEKNIK PEMBUATAN FIXED FIXED BRIDGE PFM PADA KEHILANGAN GIGI 41, 31, DAN 32, PADA RESORPSI ALVEOLAR DAN RONGAK KECIL Alga Meisha Purwanto; Winda kusumawardani; Sri Redjeki Indiani; Sianiwati Goenharto; Anisa Nur Halimah; Narta Nikita Indiani; Widya Ulfa
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17919

Abstract

ABSTRACT Background: Tooth loss is often accompanied by alveolar bone resorption and reduced edentulous space, leading to changes in bone morphology and imbalance of the dental arch. Alveolar resorption refers to the reduction in bone volume and height in the area of missing teeth, while reduced edentulous space is defined as a narrower space than the ideal dimension for prosthetic replacement. One method to restore function and aesthetics in cases of tooth loss is the fabrication of a fixed-fixed bridgeusing Porcelain Fused to Metal (PFM). Objective: To describe the fabrication technique of a fixed-fixed PFM bridge for the replacement of missing teeth 41, 31, and 32 associated with alveolar bone resorption and reduced edentulous space. Case: The working model presented missing teeth 41, 31, and 32 accompanied by alveolar bone resorption and reduced edentulous space, for which a fixed-fixed PFM bridge was planned. Conclusion: The fabrication of a fixed-fixed Porcelain Fused to Metal bridge for the replacement of teeth 41, 31, and 32 with alveolar bone resorption and reduced edentulous space begins with receiving the working model, followed by wax-up of the coping to cover the resorbed area. The line angles are slightly shifted toward the proximal surfaces to create the visual impression of wider teeth. This is followed by metal coping finishing and subsequent application of slurry, opaque, dentin, enamel, translucent, and pink ceramic at the cervical pontic area. The process is completed with staining and glazing to enhance porcelain color and luster, and final polishing of the collar to achieve a smooth and esthetic result.Keywords : alveolar bone resorption, fixed-fixed bridge, narrow space, pink ceramic, porcelain fused to metal (PFM) ABSTRAK  Latar Belakang: Kehilangan gigi sering disertai resorpsi tulang alveolar dan rongak kecil yang menyebabkan perubahan bentuk tulang dan ketidakseimbangan lengkung rahang. Resorpsi alveolar adalah penurunan volume dan tinggi tulang di area gigi yang hilang. Rongak kecil adalah jarak edentulous yang lebih sempit daripada ukuran ideal. Salah satu cara mengembalikan fungsi dan estetika pada gigi yang hilang adalah dengan pembuatan gigi tiruan jembatan fixed-fixed bridge dengan bahan Porcelain Fused to Metal (PFM). Tujuan: Untuk menjelaskan teknik pembuatan teknik pembuatan gigi tiruan jembatan PFM pada kehilangan gigi 41, 31, dan 32 yang disertai resorpsi alveolar dan rongak kecil. Kasus: Pada model kerja terdapat kehilangan gigi 41, 31, dan 32 disertai resorpsi tulang alveolar dan rongak kecil yang akan dibuatkan fixed-fixed bridge PFM. Kesimpulan: Tahapan pembuatan gigi tiruan jembatan fixed fixed bridge dengan bahan Porcelain Fused to Metal pada kehilangan gigi 41, 31, dan 32 yang mengalami resorpsi alveolar dan rongak kecil diawali dengan penerimaan model kerja, pembuatan wax-up coping menutupi area yang mengalami resorpsi dan line angle dibuat sedikit ke arah proksimal guna memberikan kesan gigi lebih lebar secara visual, finishing pada koping logam, kemudian dilanjutkan dengan pengaplikasian slurry, opaque, dentin, enamel, translucent, dan pink ceramic pada area servikal pontik. Setelah itu dilakukan proses staining dan glazing untuk menyempurnakan warna dan kilap porselen, lalu tahap akhir berupa pemolesan pada collar hingga diperoleh hasil yang halus dan estetis. Kata kunci : fixed-fixed bridge, pink ceramic, porcelain fused to metal (PFM), resorpsi tulang alveolar, rongak kecil
POTENSI HAZARD DI LABORATORIUM GIGI PADA PEMBUATAN PERANTI ORTODONTI LEPAS DAN REKOMENDASI PENGENDALIANNYA Sinkka Adekia Wulandandari; Winda kusumawardani; Sri Redjeki Indiani; Sianiwati Goenharto; Anisa Nur Halimah; Narta Nikita Indiani; Widya Ulfa
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17920

Abstract

ABSTRACT Background: Dental laboratories, as facilities for the fabrication of removable orthodontic appliances, present various occupational hazards, including mechanical, chemical, physical, and biological risks that may endanger dental technicians. The fabrication process involves the use of diverse materials and equipment, such as acrylic resin, metal wires, alcohol burners, and high-speed cutting machines, all of which may cause injuries or work-related health problems. Therefore, hazard identification and control measures are essential to minimize the risk of occupational accidents and adverse health effects. Objective: This study aims to identify potential hazards that may occur during the fabrication of removable orthodontic appliances in dental laboratories and to provide effective and practical control recommendations to ensure a safe and productive working environment. Case: In dental laboratory practice, work-related complaints and accidents frequently occur, including cuts from sharp instruments, skin irritation due to exposure to acrylic monomer, respiratory problems caused by acrylic dust, and discomfort resulting from noise and heat generated by machinery. In addition, non-ergonomic working postures contribute to back pain and fatigue, while biological contamination risks may arise from dental impressions or patient models that are not adequately sterilized. The development of hazard control posters can help reduce these occupational risks. Conclusion: Potential hazards in dental laboratories include mechanical, chemical, physical, and biological hazards, each of which may compromise technician safety. Specific control measures tailored to each type of hazard are necessary to prevent occupational accidents and to maintain a safe working environment.Keywords : dental laboratory, hazard, removable orthodontic appliances  ABSTRAK  Latar Belakang: Laboratorium gigi sebagai tempat untuk pembuatan peranti ortodonti lepas memiliki potensi bahaya seperti bahaya mekanis, kimia, fisik, dan biologi yang dapat menimbulkan risiko bahaya bagi teknisi gigi. Proses pembuatan peranti ortodonti ini melibatkan berbagai bahan dan peralatan, seperti resin akrilik, kawat logam, spiritus, serta mesin pemotong berkecepatan tinggi, yang semuanya berpotensi menimbulkan cedera maupun gangguan kesehatan kerja. Oleh karena itu, identifikasi bahaya serta upaya pengendalian menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan dampak negatif terhadap kesehatan pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin terjadi selama proses pembuatan perant ortodonti lepas di laboratorium gigi, serta memberikan rekomendasi pengendalian yang efektif dan aplikatif agar lingkungan kerja tetap aman dan produktif. Kasus: Dalam praktik di laboratorium gigi, sering terjadi keluhan dan kecelakaan kerja seperti luka gores akibat alat tajam, iritasi kulit karena paparan monomer akrilik, gangguan pernapasan akibat debu akrilik, serta rasa tidak nyaman karena kebisingan dan panas dari mesin. Selain itu, posisi kerja yang tidak ergonomis menyebabkan nyeri punggung dan kelelahan, sementara risiko kontaminasi biologis dapat muncul dari bahan cetak atau model pasien yang belum disterilkan dengan baik, pembuatan poster yang berisi tentang pengendalian bahaya dapat meminimalkan terjadinya risiko tersebut. Kesimpulan: Potensi bahaya di laboratorium gigi meliputi bahaya mekanis, kimia, fisik, dan biologi yang masing-masing dapat mengancam keselamatan teknisi. Diperlukan pengendalian spesifik sesuai jenis bahaya untuk mencegah kecelakaan kerja dan menjaga lingkungan kerja tetap aman. Kata kunci : hazard, laboratorium gigi, peranti ortodonti lepas
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LABORATORIUM TEKNIK GIGI PADA MESIN MIKROMOTOR Jovanka Yemima Putri; Winda kusumawardani; Sri Redjeki Indiani; Sianiwati Goenharto; Anisa Nur Halimah; Narta Nikita Indiani; Widya Ulfa
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17922

Abstract

ABSTRACT Background: The micromotor machine is one of the most frequently used tools in the fabrication of devices supporting oral and dental health. The increasing use of micromotor machines has led to a higher risk of occupational accidents. Various types of work-related accidents have been reported due to micromotor use, which hinders the achievement of Occupational Safety and Health (OSH) objectives, namely creating a safe, healthy, and comfortable working environment. Occupational accidents often result from insufficient knowledge and understanding of Personal Protective Equipment (PPE) during practical activities. This indicates that adequate understanding and compliance with PPE usage among students are essential measures for preventing workplace accidents. Objective: To identify the use of personal protective equipment as a means of occupational safety and health in dental technology laboratories during micromotor machine operation. Case: Work-related accidents associated with the use of micromotor machines in the production of dental and oral healthcare devices include hand injuries during the fitting of fixed and removable dental prostheses, hand contact with metal during metal coping fitting, exposure of the nose and face to dust during gypsum-based model fabrication, and hand injuries caused by sandpaper during the grinding of orthodontic appliances. Conclusion: The criteria for the use of personal protective equipment as a component of occupational safety and health in micromotor machine operation in dental technology laboratories can be categorized into several types of occupational accident risks, depending on the type of product being fabricated..Keywords : dental laboratory, micromotor machine, occupational safety and health, personal protective equipment,   ABSTRAK  Latar Belakang: Mesin mikromotor adalah salah satu alat yang paling sering digunakan dalam pembuatan alat-alat yang menunjang kesehatan gigi dan mulut. Meningkatnya pemakaian mesin mikromotor, membuat risiko terjadinya kecelakaan kerja juga makin meningkat. Terdapat berbagai macam kejadian kecelakaan kerja akibat pemakaian mesin mikromotor. Hal ini membuat tidak tercapainya tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, sejahtera sehingga akan tercapai suasana lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman. Terjadinya kecelakaan kerja bersumber dari kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang Alat Pelindung Diri (APD) saat praktikum. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman serta ketaatan mahasiswa dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah satu cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui penggunaan alat pelindung diri sebagai media keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium teknik gigi saat pemakaian mesin mikromotor. Kasus: Kecelakaan kerja yang terjadi akibat penggunaan mesin mikromotor dalam pembuatan berbagai produk di dunia kesehatan gigi dan mulut., seperti tangan yang dapat terluka akibat melakukan fitting gigi tiruan cekat dan gigi tiruan lepasan, lalu tangan yang dapat terkena oleh logam saat fitting koping logam, hidung serta muka yang dapat terkena debu saat pembuatan model berbahan dasar gipsum, dan tangan yang terluka akibat terkena amplas saat penggrindingan peranti ortodonti.  Kesimpulan: Kriteria penggunaan Alat Pelindung Diri sebagai media Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam penggunaan mesin mikromotor di laboratorium teknik gigi, dapat di kategorikan dalam beberapa jenis risiko kecelakaan kerja tergantung dari produk yang dihasilkan. Kata kunci : alat pelindung gigi, keselamatan dan kesehatan kerja, laboratorium teknik gigi, mesin mikromotor