Risnandar Nurdianto
Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI) Studi Kasus Jalan KH. Muhammad Syabandi Fauzi Fardiansyah; Ade Rizki Nurmayadi; Risnandar Nurdianto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.16491

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam menunjang kelancaran mobilitas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar distribusi barang dan jasa. Seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas dan beban kendaraan yang melintas, ditambah dengan kurang optimalnya pelaksanaan pemeliharaan rutin secara berkelanjutan, kerusakan pada perkerasan jalan menjadi suatu kondisi yang sulit dihindari. Permasalahan tersebut juga terjadi pada ruas Jalan KH. Muhammad Syabandi di Kabupaten Tasikmalaya, yang saat ini menunjukkan berbagai jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serta tingkat kerusakan jalan yang terjadi, sekaligus menentukan jenis pemeliharaan yang paling tepat dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Metode SDI merupakan pendekatan kuantitatif berbasis survei visual di lapangan yang menilai empat parameter utama kerusakan jalan, yaitu luas retakan, lebar retakan, jumlah lubang, dan kedalaman bekas roda. Ruas jalan yang diteliti memiliki panjang total 10 km dan dibagi menjadi 50 segmen, masing-masing sepanjang 200 meter, guna mempermudah proses pengamatan dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 segmen berada dalam kondisi baik dengan nilai SDI kurang dari 50 dan direkomendasikan untuk pemeliharaan rutin, 15 segmen berada dalam kondisi sedang dengan nilai SDI antara 50 hingga 100 yang memerlukan pemeliharaan berkala, serta 1 (satu) segmen tergolong rusak berat dengan nilai SDI lebih dari 150 yang membutuhkan tindakan rekonstruksi. Hasil analisis ini memberikan gambaran kondisi aktual infrastruktur jalan dan dapat dijadikan dasar bagi pihak terkait dalam menetapkan prioritas penanganan serta perencanaan pemeliharaan jalan yang efektif dan efisien.