Objectives: Jalan cepat merupakan salah satu cabang atletik yang memerlukan koordinasi teknik yang baik dan fleksibilitas tubuh yang optimal. Fleksibilitas pinggul menjadi komponen penting dalam menghasilkan teknik jalan cepat yang efisien dan mengurangi risiko cedera pada atlet remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fleksibilitas pinggul dengan teknik atletik jalan cepat pada siswa SMAN Budi Agung Medan, serta menentukan kontribusi fleksibilitas pinggul terhadap kualitas teknik jalan cepat Methods: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 64 siswa (32 laki-laki, 32 perempuan) berusia 16-18 tahun yang mengikuti ekstrakurikuler atletik. Fleksibilitas pinggul diukur menggunakan sit-and-reach test dan goniometer untuk mengukur range of motion (ROM) pinggul. Teknik jalan cepat dievaluasi menggunakan instrumen penilaian teknik yang telah divalidasi, mencakup aspek postur tubuh, gerakan lengan, langkah kaki, dan koordinasi gerak. Analisis data menggunakan SPSS v27 dengan uji korelasi Pearson dan regresi linear. Results: Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara fleksibilitas pinggul dengan teknik jalan cepat (r = 0,672; p < 0,001). Fleksibilitas pinggul memberikan kontribusi sebesar 45,2% terhadap variasi kualitas teknik jalan cepat. Siswa dengan fleksibilitas pinggul yang baik menunjukkan skor teknik jalan cepat yang lebih tinggi (M = 78.4 ± 6.2) dibandingkan dengan siswa yang memiliki fleksibilitas pinggul rendah (M = 64.8 ± 7.8). Conclusion: Terdapat hubungan positif yang kuat antara fleksibilitas pinggul dengan teknik atletik jalan cepat pada siswa SMAN Budi Agung Medan. Peningkatan fleksibilitas pinggul dapat menjadi fokus dalam program latihan untuk meningkatkan kualitas teknik jalan cepat.