p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al Kayyis
Risalul Ummah
Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MULTIPLE INTELEGENCE TERHADAP PRESTASI BELAJARDI GENERASI ALPHA Risalul Ummah
AL KAYYIS Vol 3 No 2 (2020): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/f02d6x49

Abstract

Pada era revolusi di generasi alfa dimana di genarasi ini semua telah berbasis teknologi dan membawa dampak besar dalam berbagai bidang kehidupan salah satunya dibidang pendidikan bagi generasi z dan genarassi alpha. Kondisi tersebut mempengaruhi pola pendidikan yang mendorong setiap sekolah mampu meyelenggarakan proses pembelajaran untuk menjawab tantangan global dan mewadahi karakteristik generasi alpha. Multiple inetelegensi dengan perlibatan unsur teknologi dapat mewadahi karakteristik siswa di generasi alpha dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan multiple intelegence mememiliki banyak keragaman strategi pembelajaran yang berdasar pada keunikanan kecerdasan yang dimilikii siswa dan karakteristik masisng-masing siswa. Kecerdasan berpengaruh pada gaya belajar setiap siswa sehingga mempengaruhi prestasi belajar akademik ataupun non akademik. Boby Depoorter mengatatakan bahwasanya kegagalan seorang siswa karena kertidaksesuaian gaya mengajar. Multiple intelegence dalam proses pembelajaran dapat membantu memenuhi kebutuhan karakteristik siswa yang memiliki kecerdasan beragam. Kecerdasan yang beragam dapat terpenuhi maka prestasi belajar meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan multiple intelegence di generasi alpha berpenagruh terhadap prestasi belajar siswa..
POLA BERPIKIR KRITIS SISWAPADA KEMAMPUAN MATEMATIKA DI KELAS V SEKOLAH DASAR AR-ROHMA BATU Risalul Ummah
AL KAYYIS Vol 2 No 1 (2019): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/7g5x5958

Abstract

Berpikir kritis merupakan pembentukan kemampuan mental kognitif siswa pada aspek logika seperti pemberian argumentasi, menarik kesimpulan dan pernyataan yang proposional. Berpikir kritis akan berguna dalam menyelesaikan masalah. Hal itu disebabkan, ketika anak dihadapkan pada sebuah masalah untuk dipecahakan, saat itu kondisi kognisi anak mengalami disequilibrium. Disequilibrium terjadi pada anak menimbulkan proses terjadinya asimilasi dan komodasi. Proses tersebut terjadi secara terus menerus hingga pada equilibrium. Hal tersebut secara tidak langsung terjadinya proses berpikir kritis siswa pada kemampuan menyelesaikan soal pemecahan masalah matemtika. Kemampuan matematika dalam memecahkan masalah melalui berpikir kritis terdapat perbedaan. Sejalan dengan pemikiran Polya yang menyatakan bahwasanya kemampuan pemecahan masalah masalah matematika siswa dibedakan menjadi tiga yaitu kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola berpiki kritis siswa pada kemampuan matematika.
RELIGIOUS CULTURE DI MADRASAH IBTIDAIYAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 Risalul Ummah; Nur Annisaa' Filmaulidah; Andika Adelia Kartika
AL KAYYIS Vol 4 No 2 (2021): Oktober - Maret
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ztbqj097

Abstract

Pendidikan agama pada sekolah dasar menempatkan pada posisi yang paling penting. Hal tersebut didasarkan pada nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa sebagai semangat dalam proses pengelolahan dan pembelajaran yang mengutamakan keteladanan, dalam perilaku dan amalan keagamaan. pada pendidikan nasional dapat berevolusi dengan mengembangkan kurikulum pada sekolah dasar berbasis religious cultur yang mana pada pelaksanaan pendidikan bukan hanya transfer ilmu semata, namun dapat transfer kebudayaan dengan penananaman nilai-nilai, norma-norma, atau adat istiadat. Pengembangan kurikulum kultur budaya Islam dalam proses pembelajaran di kelas atau di sekolah diharapkan dapat dilaksanakan melalui kegiatan yang secara langsung melibatkan peserta didik. Peserta didik sebagai subyek atau pelaku utama akulturasi kebudayaan. Pendidikan moral ini bisa di aplikasikan pada penanaman nilai-nilai agama di sekolah. Perwujudan pendidikan tersebut dapat diselenggarakan pada pendidikan dengan memperhatikan penanaman nilai-nilai religious dalam segala aspek aktivitas belajar. Pada masa pandemi COVID 19 pendidik dapat menyelipkan kutur budaya Islam di sela-sela pembelajaran yang dilakukan secara daring ataupun luring.
PENERAPAN KARAKTER KEMANDIRIAN MELALUI KEGIATAN PRAMUKA PADA KELAS IV MI (STUDI KASUS DI MI NADLATUL ULAMA SUMOKALI) Risalul Ummah; Moch. Nurcholis Majid
AL KAYYIS Vol 5 No 1 (2022): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/mrpnx608

Abstract

Implementasi pembiasaan pendidikan karakter kemandirian pada peserta didik dapat dilakukan dengan keikutsertaan dalam ektrakulikuler kepramukaan. Kepramukaan merupakan proses pendidikan yang menarik dan menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah bimbingan dan tanggung jawab orang dewasa. Kegiatan pendidikan pramuka dilaksanakan dalam lingkungan non formal dan informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kemandirian melalui kegiatan pramuka pada kelas IV MI Nadlatul Ulama Sumokali. Dengan jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, Metode pengambilan data yang digunakan  dalam penelitian  ini,  yaitu  wawancara,  observasi,  dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Menghasilkan kesimpulan penerapan karakter Kemandirian yang dilakukan oleh siswa kelas IV MI Nadlatul Ulama Sumokali dalam kegiatan pramuka melalui dua kegiatan utama yakni pertama, kegiatan latihan rutin melalui beberapa ketrampilan tali temali, ketrampilan baris berbaris, ketrampilan Semaphore dan Morse,Serta Ketangkasan Pionering, Kedua, kegiatan Perkemahan yang dilakukan secara mandiri maupun kolektif seperti perkemahan Persemi (perkemahan Sabtu dan Minggu) dan perkemahan kolektif yang dilakukan oleh kwarda kecamatan maupun kabupaten.