Diabetes merupakan masalah kesehatan global yang serius dengan tingkat prevalensi penderita yang semakin meningkat. Penghambatan enzim α-amilase dapat menjadi salah satu strategi dalam mengatasi masalah penyakit diabetes dengan mengurangi penyerapan glukosa oleh tubuh. Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn.), merupakan tumbuhan endemis yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, memiliki potensi sebagai obat diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penghambatan enzim α-amilase oleh ekstrak etanol daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn.), dibandingkan dengan efek akarbose sebagai kontrol positif. Ekstrak kental daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn.) dibuat melalui maserasi dengan etanol 96%. Aktivitas penghambatan terhadap enzim α-amilase diuji secara in vitro dengan variasi konsentrasi ekstrak 37,5 ppm, 75 ppm, 150 ppm, 300 ppm, 450 ppm, dan 600 ppm. Pengujian dilakukan menggunakan metode FUWA dengan amilum sebagai substrat dan diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan pengukuran pada panjang gelombang 670 nm, diperoleh nilai IC50 ekstrak daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn.) sebesar 22,1 μg/ml. Nilai IC50 tersebut menunjukkan aktivitas penghambatan yang lebih kuat 1,37 kali dibandingkan dengan akarbose yang memiliki nilai IC 50 30,36 μg/ml. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn.) menunjukkan aktivitas penghambatan yang signifikan terhadap enzim α-amilase sehingga berpotensi sebagai agen anti diabetes yang bernilai untuk penelitian lebih lanjut.