Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isolation, Screening, and Optimization of Amylase-Producing Endophytic Bacteria from Rhizophora apiculata Agustina Monalisa Tangapo; Susan Marlein Mambu; Pience Veralyn Maabuat; Dwina Kristianti; Williando Ering; Lalu Wahyudi
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v15i1.63548

Abstract

High amylase enzyme production requires optimal supporting factors for enzyme production. The purpose of this study was to determine the optimum conditions for endophytic bacterial fermentation, including substrate concentration, pH, and fermentation temperature, for the production of amylase from endophytic bacteria of mangrove plants Rhizophora apiculata. Analysis of amylase enzyme activity was carried out using the 3,5-dinitrosalicylic acid (DNS) assay. The results obtained from this research were from a total of 18 endophytic bacteria R. apiculata that were successfully isolated, 6 bacterial isolates were obtained which showed the ability to produce extracellular amylase. The potential of bacteria for amylase production grown on 0.5% starch media was determined based on the ratio between the diameter of the halo zone and the diameter of the bacterial colony. Three isolates were selected, EB.5, EB.10, and EB.12 for further optimization of the fermentation conditions for amylase production. Based on the results obtained, it was shown that the fermentation conditions for amylase enzyme from the three isolates of endophytic bacteria were optimum in media with a concentration of 1.5% starch, in media with a pH of 6, and optimum in the temperature range of 30oC.
PKM Aplikasi Teknologi Agen Hayati sebagai Solusi Pupuk Alternatif pada Lahan Tanaman Nilam Kelompok Tani Kecamatan Likupang Susan Marlein Mambu; Glanny Mangindaan; Pingkan Mantiri
The Studies of Social Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v8i1.66740

Abstract

Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengurangi keanekaragaman hayati di sekitar lahan pertanian. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah penerapan teknologi agen hayati, seperti Trichoderma sp., sebagai pupuk alternatif. Agen hayati dapat meningkatkan kesuburan tanah, menyediakan nutrisi bagi tanaman, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani tentang cara membuat dan mengaplikasikan agen hayati secara efektif. Selain itu, pendampingan dilakukan untuk memastikan aplikasi teknologi ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Manfaat dari program ini antara lain pengurangan biaya produksi karena petani tidak perlu membeli pupuk kimia dalam jumlah besar, peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman nilam, serta pelestarian lingkungan melalui pertanian berkelanjutan. Dengan menggunakan agen hayati, petani dapat menghasilkan tanaman nilam yang lebih sehat dan berkualitas, sehingga meningkatkan nilai jual dan pendapatan mereka. Implementasi program dilakukan melalui pelatihan, demonstrasi lapangan, dan penyediaan bahan serta alat yang diperlukan. Untuk mendukung keberlanjutan program, evaluasi berkala dilaksanakan untuk menilai efektivitas program dan mengembangkan solusi lebih lanjut. Melalui program ini, Kelompok Tani Nilam Kecamatan Likupang dapat meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman nilam, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.