Manahan Budiarto Pandjaitan
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memperkuat Maritime Domain Awareness di ALKI I: Suatu Kajian Atas Kontribusi Strategis Pesawat Patroli CN-235-220 MPA Candra Tri Wiranegara; Manahan Budiarto Pandjaitan; Moh. Qomar Syarifudin; Nitananda Prameswari
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 11 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i11.9892

Abstract

ALKI I (Indonesian Archipelagic Sea Lane I) is one of the most strategic maritime routes within Indonesia's jurisdiction and serves as a major corridor for international maritime traffic. However, its strategic importance also makes it highly vulnerable to threats such as illegal activities, maritime law violations, and sovereignty breaches. To address these challenges, enhancing Maritime Domain Awareness (MDA) is crucial through the development of an effective and responsive maritime surveillance system. This study aims to analyze the strategic contribution of the CN-235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) in strengthening MDA in the ALKI I region. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through literature review, interviews with key stakeholders, and documentation of the aircraft's operational performance. The findings show that the CN-235-220 MPA possesses advanced capabilities in detecting, identifying, and tracking maritime activities through sophisticated sensors such as maritime radar, Automatic Identification System (AIS), and electro-optical/infrared (EO/IR) cameras. The aircraft plays a critical role in maritime surveillance operations, supports rapid response to threats, and enhances multi-agency monitoring effectiveness. Furthermore, its presence contributes to Indonesia's regional defense posture and maritime security diplomacy. The study recommends increasing the number of aircraft units, strengthening interagency system integration, and optimizing technological capabilities to sustainably enhance MDA.
Integrasi Sistem Informasi Personel Antara Dinas Informasi Pengolahan Data Tentara Nasional Indonesia (Disinfolahta TNI) dan Pusat Administrasi Personel Tentara Nasional Indonesia (Pusminpers TNI) Dalam Mendukung Pengelolaan Data Personel TNI Polykrates; Didi Effendi; Ado Andhika Herlambang; Manahan Budiarto Pandjaitan
PRESIDENSI: Jurnal Politik dan Pemerintahan Vol. 3 No. 1 (2026): PRESIDENSI: Jurnal Politik dan Pemerintahan
Publisher : Madani Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64019/presidensi.v3i1.81

Abstract

Sinergitas antara Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI dan Pusat Administrasi Personel TNI menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan data personel antar matra secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergitas kedua lembaga tersebut dalam pengelolaan data personel serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan sistem informasi yang terintegrasi di lingkungan TNI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pengumpulan data berupa studi literatur, analisis dokumen kebijakan, serta kajian terhadap sistem pengelolaan data personel yang diterapkan di lingkungan TNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara Disinfolahta TNI dan Pusminpers TNI memiliki peran strategis dalam mendukung integrasi pengelolaan data personel dari tiga matra, yaitu Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Disinfolahta TNI berperan dalam penyediaan dan pengembangan infrastruktur sistem informasi serta pengamanan data, sedangkan Pusminpers TNI bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi serta validasi data personel. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam implementasi sinergitas tersebut, antara lain perbedaan standar pengelolaan data antar matra, keterbatasan interoperabilitas sistem informasi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan, standardisasi sistem pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Artificial Intelligence dan Internet of Things guna mendukung transformasi digital organisasi.