Sherly Yunimar
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

School Well Being dalam Penerapan Moving Class di SMAN 9 Padang Sherly Yunimar; Reno Fernandes
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.302

Abstract

Kesejahteraan sekolah (school well being) merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam setiap inovasi pembelajaran, termasuk pada penerapan moving class. Penelitian terkait moving class di Indonesia hingga saat ini umumnya berfokus pada efektivitas pembelajaran, kendala serta dampak pada capaian akademik peserta didik, sedangkan kajian yang secara khusus mengaitkannya dengan kerangka school well being masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan moving class pada pembelajaran sosiologi di SMA N 9 Padang dengan menggunakan teori School Well Being. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan dara berupa observasi wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan kriteria informan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan moving class yaitu 4 orang guru dan 6 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moving class di SMA N 9 Padang secara umum berjalan efektif. Pada aspek having, terpenuhi melalui fasilitas yang memadai, mesikupun kurangnya sarana penyejuk ruangan memengaruhi kenyamanan. Aspek loving tercapai melalui interaksi positif dan aspek being didukung oleh pembelajaran berdiferensiasi yang mendorong kreativitas. Moving class meningkatkan kesehatan mental siswa (health) dengan pembelajaran menyenangkan, bervariasi dan mengurangi beban tugas rumah siswa karena siswa cukup menyiapkan dua mata pelajaran sebelum pembelajaran.