Penelitian ini menganalisis dinamika adaptasi sosial dan budaya mahasiswa perantau asal pedesaan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang. Latar belakang penelitian berangkat dari perbedaan karakteristik lingkungan desa dan kota yang menimbulkan tantangan adaptif bagi mahasiswa ketika harus menyesuaikan diri dengan budaya Minangkabau serta pola interaksi masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motif urbanisasi mahasiswa perantau, bentuk-bentuk tantangan yang mereka hadapi, strategi adaptasi yang dikembangkan, transformasi diri yang terjadi, serta peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif urbanisasi didominasi oleh kebutuhan pendidikan berkualitas, keterbatasan program studi di desa, dorongan kemandirian, dan dukungan keluarga. Tantangan adaptasi terutama muncul dari perbedaan bahasa, gaya komunikasi, nilai sosial, serta budaya pergaulan masyarakat kota yang lebih longgar. Mahasiswa merespons tantangan tersebut melalui strategi penyesuaian perilaku, pembelajaran sosial, dan selektivitas terhadap budaya kota. Proses adaptasi juga menghasilkan transformasi signifikan berupa peningkatan kemandirian, kemampuan tanggung jawab, dan sikap toleransi. Dukungan sosial dari teman, keluarga, organisasi kampus, dan dosen berperan penting dalam memperlancar proses penyesuaian diri. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa perantau merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor individual, sosial, dan budaya dalam konteks kehidupan perkotaan.