This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Ratu Fitri Aisyah
Universitas Negeri Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Prosedur Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah di Kota Padang Ratu Fitri Aisyah; Leona Saskia; Neza Rahma Dianti; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta menelaah peran aktor-aktor yang terlibat dalam tata kelolanya di Kota Padang. Permasalahan penumpukan sampah yang terus meningkat menjadi tantangan serius, sehingga diperlukan pendekatan inovatif dan partisipatif. Bank Sampah hadir sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan peran aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 orang yang terdiri dari resepsionis serta beberapa staff yang beberapa di Bank Sampah. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dengan mengamati aktivitas operasional Bank Sampah. Wawancara ini menggali informasi mengenai proses pendaftaran, mekanisme penimbangan, pencatatan saldo sampah, serta pemanfaatan hasil tabungan. Penelitian ini juga mengamati sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendukung keberlangsungan program Bank Sampah. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan fokus pada interpretasi data yang diperoleh dari wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada prosedur pengelolaan Bank Sampah mempunyai tiga langkah, diantaranya pertama, tahap awal atau pendaftaran yang dilakukan masyarakat untuk menjadi nasabah. Kedua penyetoran dan penimbangan. Ketiga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dinamika Adaptasi Sosial dan Budaya Mahasiswa Perantau Asal Pedesaan Program Studi Pendidikan Sosiologi di UNP Ratu Fitri Aisyah; Rani Kartika; Metra Alvionita; Shilva Putri Mahendra; Hawa Fadillah Islami; Tasya Martasari; Fatimah Azzahra
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.326

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika adaptasi sosial dan budaya mahasiswa perantau asal pedesaan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang. Latar belakang penelitian berangkat dari perbedaan karakteristik lingkungan desa dan kota yang menimbulkan tantangan adaptif bagi mahasiswa ketika harus menyesuaikan diri dengan budaya Minangkabau serta pola interaksi masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motif urbanisasi mahasiswa perantau, bentuk-bentuk tantangan yang mereka hadapi, strategi adaptasi yang dikembangkan, transformasi diri yang terjadi, serta peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif urbanisasi didominasi oleh kebutuhan pendidikan berkualitas, keterbatasan program studi di desa, dorongan kemandirian, dan dukungan keluarga. Tantangan adaptasi terutama muncul dari perbedaan bahasa, gaya komunikasi, nilai sosial, serta budaya pergaulan masyarakat kota yang lebih longgar. Mahasiswa merespons tantangan tersebut melalui strategi penyesuaian perilaku, pembelajaran sosial, dan selektivitas terhadap budaya kota. Proses adaptasi juga menghasilkan transformasi signifikan berupa peningkatan kemandirian, kemampuan tanggung jawab, dan sikap toleransi. Dukungan sosial dari teman, keluarga, organisasi kampus, dan dosen berperan penting dalam memperlancar proses penyesuaian diri. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa perantau merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor individual, sosial, dan budaya dalam konteks kehidupan perkotaan.
Transformasi Fungsi Ruang Pesisir dan Dinamika Ekonomi Lokal Pascabanjir Bandang di Pantai Parkit Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang Ratu Fitri Aisyah; Hawa Fadillah Islami; Tasya Martasari; Fatimah Azzahra; Habibi Bil Ma'ruf; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana transformasi fungsi ruang pesisir terjadi pascabanjir bandang, bagaimana dinamika ekonomi lokal berkembang, serta bagaimana masyarakat beradaptasi dalam mempertahankan kehidupan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan nelayan, pedagang, masyarakat sekitar, serta pengunjung Pantai Parkit. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pascabanjir bandang terjadi perubahan fungsi ruang pesisir dari kawasan yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan karena perubahan bentang alam yang dianggap menarik. Perubahan tersebut turut memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Aktivitas perikanan mengalami berbagai kendala akibat sedimentasi dan kerusakan alat tangkap, tetapi di sisi lain muncul peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan kayu sisa banjir, aktivitas jasa, dan meningkatnya kunjungan wisatawan. Selain itu, masyarakat juga melakukan berbagai bentuk adaptasi, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengatur aktivitas pengunjung, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi ruang pesisir yang berdampak pada perubahan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus melahirkan berbagai strategi adaptasi untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan di tengah kondisi pascabencana.
Eksistensi Pendidikan Surau dalam Pembentukan Karakter di Sumatera Barat Ratu Fitri Aisyah; Gusmira Wita; Nur Aisyah; Ratih Haifa Putri; Atiqah Mufidah; Zuama Furgani
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.583

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan perubahan gaya hidup masyarakat saat ini membawa pengaruh terhadap kehidupan generasi muda, terutama dalam kebiasaan berinteraksi dan mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Anak-anak dan remaja mulai lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget sehingga keterlibatan mereka dalam aktivitas sosial dan pendidikan agama mengalami penurunan. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan karakter, seperti kedisiplinan, sopan santun, dan kepedulian sosial. Dalam masyarakat Minangkabau, surau sejak dahulu bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat belajar agama dan pembinaan akhlak bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana keberadaan pendidikan surau tetap bertahan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian dilakukan di Masjid Raya Gantiang Kota Padang dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pengurus masjid, guru mengaji, santri, orang tua, dan alumni surau yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan surau masih memiliki peran penting dalam menanamkan nilai religius dan sosial kepada anak-anak dan remaja melalui kegiatan mengaji, hafalan doa, pembelajaran akhlak, salat berjamaah, serta kegiatan remaja masjid. Proses pembelajaran yang dilakukan secara rutin membuat anak-anak terbiasa bersikap disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Walaupun penggunaan gadget menjadi tantangan bagi keberlangsungan kegiatan surau, masyarakat dan pengurus masjid tetap mempertahankan kegiatan pendidikan surau sebagai bagian penting dalam menjaga nilai agama dan budaya Minangkabau di tengah kehidupan modern saat ini.
Makna Simbol Budaya dalam Pembentukan Identitas Mahasiswa di Kota Padang: Studi Kualitatif pada Mahasiswa Multikultural Ratu Fitri Aisyah; Hanafi Saputra; Hawa Fadillah Islami; Husnul Hayati; Aisyah Sri Ramadhani; Tasya Martasari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.685

Abstract

Dalam lingkungan kampus yang multikultural, simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai penanda asal-usul budaya, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun hubungan sosial, mempertahankan identitas budaya, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna simbol budaya yang dimiliki mahasiswa serta menjelaskan peran simbol budaya dalam pembentukan identitas mahasiswa multikultural di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa Universitas Negeri Padang yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah dan logat merupakan simbol budaya yang paling dominan dimaknai mahasiswa sebagai penanda identitas diri dan asal-usul budaya. Selain itu, adat istiadat, nilai kesopanan, dan kebiasaan yang diwariskan keluarga juga menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas mahasiswa. Interaksi dengan mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda mendorong terjadinya proses negosiasi identitas, di mana mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial tanpa meninggalkan budaya asal yang dimilikinya. Temuan penelitian menegaskan bahwa identitas mahasiswa terbentuk melalui proses pemaknaan simbol budaya yang berlangsung dalam interaksi sosial sehari-hari, sehingga simbol budaya tidak hanya berfungsi sebagai representasi budaya, tetapi juga menjadi unsur penting dalam pembentukan identitas dan penguatan hubungan sosial di lingkungan kampus multikultural.