p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Dira April Indria
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Pola Komunikasi Generasi Z di Kota Padang dalam Era Perkembangan Media Sosial (Studi Kasus Mahasiswa UNP) Dicky Aulia Perdana; Delmira Syafrini; Muhammad Aidil; Dira April Indria; Yulia Rahmadona; Irwan Saputra; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.6

Abstract

Perkembangan media sosial membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi Generasi Z, khususnya mahasiswa di Kota Padang. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai bagaimana pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi Generasi Z di Kota Padang, terutama di kalangan mahasiswa. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada cara mereka menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk ulang cara mereka membangun relasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana media sosial mempermudah komunikasi serta dampaknya terhadap kualitas interaksi sosial secara langsung. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan mahasiswa Universitas Negeri Padang sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial mempermudah komunikasi yang lebih cepat, fleksibel, dan luas. Namun, ditemukan pula dampak negatif seperti menurunnya intensitas dan kualitas interaksi tatap muka, lemahnya empati sosial, dan gejala psikologis FOMO (Fear of Missing Out). Selain itu, media sosial juga menjadi ruang pembentukan citra diri, di mana tekanan sosial untuk tampil dan diterima sangat tinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang simbolik tempat individu membentuk makna, identitas, dan posisi sosial mereka.
Motivasi Wisatawan Gen Z dalam Mengunjungi Objek Wisata Sejarah Lobang Jepang di Bukittinggi Dwi Sulistia Wati; Reri Damai Gea; Dira April Indria; Delmira Syafrini; Selfira Cania; Elvaririn Elvaririn; Fira Fadila; Tiara Sabrina Wulandari; Zahra Najla; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.41

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya minat Generasi Z terhadap wisata sejarah, termasuk kunjungan ke objek wisata Lobang Jepang di Bukittinggi yang memiliki nilai historis penting terkait masa penjajahan Jepang. Objek wisata LobangĀ  JepangĀ  ini menarik Gen Z memaknai pengalaman wisata sejarah tersebut untuk rekreasi dan kebutuhan visual, atau juga melibatkan motivasi edukatif dan emosional yang berkaitan dengan pemahaman sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif kunjungan Generasi Z ke Lobang Jepang dengan mempertimbangkan aspek edukasi, emosi, rekreasi, estetika visual, serta dorongan sosial-digital. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus untuk menggali fenomena motivasi wisatawan Gen Z secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung untuk mengamati motif Gen Z secara spontan saat mengunjungi Lobang Jepang , dan wawancara mendalam dengan panduan pertanyaan terbuka agar informan bebas menceritakan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi Gen Z bersifat beraneka ragam. Di satu sisi, mereka terdorong untuk memahami sejarah kelam yang berkaitan dengan kerja paksa pada masa pendudukan Jepang, sehingga kunjungan menjadi sarana refleksi dan pembelajaran. Di sisi lain, motivasi rekreasi seperti menikmati pemandangan, refreshing, dan kebutuhan dokumentasi visual juga menjadi faktor penting. Dengan demikian, Lobang Jepang berfungsi sebagai destinasi yang menggabungkan nilai edukatif, emosional, dan rekreatif bagi Generasi Z.