p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Muhammad Satria Zaky
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Lahan Pertanian ke Jalur Transportasi: Perubahan Sosial Pada Masyarakat Terdampak Pembangunan Jalan Tol Padang Sicincin di Nagari Kapalo Hilalang Eri Sakinah Piliang; Delmira Syafrini; Ema Oktavia Ramadhani; Fauziah Nadila Nelson Putri; Ardiani Fadila; Bunga Dinda Permata; Muhammad Satria Zaky
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.7

Abstract

Penelitian ini mengkaji perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat terdampak di Nagari Kapalo Hilalang setelah pembangunan jalan tol Padang–Sicincin. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena Pembangunan jalan tol Padang–Sicincin sebagai bagian dari proyek infrastruktur strategis nasional tidak hanya memiliki implikasi ekonomi, tetapi juga menimbulkan perubahan sosial yang signifikan terhadap masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk- bentuk perubahan sosial yang terjadi terhadap kehidupan masyarakat terdampak pembangunan jalan tol Padang-Sicincin. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah teori konflik Ralf Dahrendorf. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, melibatkan warga dan petani lokal. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian perubahan sosial pada masyarakat terdampak pembangunan jalan tol Padang Sicincin di Nagari Kapalo Hilalang menunjukkan menunjukkan bahwa pertama, perubahan sosial pada alih fungsi lahan pertanian. Kedua, Pengairan sawah yang kering. Ketiga, konflik sosial akibat ketidaksesuaian prosedur ganti rugi yang menyebabkan aksi demonstrasi di masyarakat.
Kontribusi Destinasi Wisata Cambai Hill pada Pencapaian SDGs Poin 8 di Alahan Panjang Sumatera Barat Muhammad Alfian; Asifa Zahwa; Delmira Syafrini; Annisa Febriana Yasmin; Ameydea Nisratil Wahyuni; Dicky Aulia Perdana; Muhammad Aidil; Annisa Khomsi Rahmawati; Muhammad Satria Zaky; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi strategis pariwisata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Fokus penelitian adalah Wisata Cambai Hill di Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang meskipun memiliki potensi besar, namun kontribusinya terhadap SDGs Poin 8 perlu dikaji secara mendalam, mengingat penelitian terdahulu masih terbatas pada aspek pariwisata tanpa mempertimbangkan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas Cambai Hill dalam menciptakan kesempatan kerja inklusif dan mengidentifikasi strategi pengelolaan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive, informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif untuk melihat secara langsung kondisi destinasi Cambai Hill dan wawancara mendalam dengan karyawan lokal dan pengunjung di Cambai Hill. Analisis data menggunakan kerangka Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu (Modal, Ranah, Habitus) untuk memahami transformasi sosial ekonomi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cambai Hill berperan sebagai katalis transformasi dengan menyerap 90% tenaga kerja lokal (28 pekerja total), mengubah struktur mata pencaharian dari sektor agraris informal ke sektor jasa pariwisata yang lebih terstruktur. Transformasi ini merepresentasikan konversi modal sosial komunitas menjadi modal ekonomi, sekaligus mendorong perubahan habitus masyarakat menuju orientasi jasa dan profesionalisme. Temuan ini mengindikasikan kontribusi nyata destinasi terhadap prinsip kerja layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Untuk memastikan keberlanjutan, penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola yang partisipatif, peningkatan kualitas pekerjaan, dan penguatan keterkaitan dengan UMKM lokal.