Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bagian 1. Pendidikan Sebagai Jalan pembebebasan & Ketimpangan Sosial Andri Andri; Destia Fitri; Sopia Hanum; Resti Julia; Ziyani Ziyani; Muhammad Raihan; Popi Lia Apriyeska; Yelli Zahara; Yohanda Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (Special Issue) (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1 (Special Issue).11

Abstract

Tulisan ini mengkaji penggambaran ketidaksetaraan sosial serta peran pengajar dalam film Laskar Pelangi (2008). Dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif dan analisis konten, studi ini meneliti bagaimana film tersebut menunjukkan perbedaan ekonomi dan akses pendidikan antara siswa dari sekolah elit dan siswa SD Muhammadiyah Gantong yang datang dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Penelitian ini juga mengeksplorasi peran guru, terutama Bu Muslimah dan Pak Harfan, sebagai agen perubahan yang mendorong serta memberi inspirasi kepada siswa-siswa dari keluarga tidak beruntung agar tetap bermimpi dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik. Film Laskar Pelangi, melalui simbol-simbol visual yang beragam, dialog, dan narasi, menggambarkan bagaimana sistem pendidikan dapat bersifat terbuka maupun tertutup pada saat yang bersamaan. Film ini menyampaikan pesan penting mengenai pendidikan sebagai jalan untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya film sebagai alat kritik sosial dan sarana refleksi terhadap kondisi pendidikan Indonesia, sekaligus mendorong kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan berpihak pada kelompok marjinal.
Implementasi Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Terintegrasi dengan Media Educaplay pada Mata Pelajaran PAI dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Padang Yohanda Saputra; Indah Muliati
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the low understanding of eighth grade students at SMP Negeri 12 Padang in Islamic Religious Education (PAI), caused by conventional learning methods, limited learning media, and minimal active student involvement. This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model integrated with Educaplay media (the game Froggy Jumps) to improve student understanding of Husnuzan (Being Kind). This research used a qualitative case study method. Data were collected through observations, interviews with the principal, one PAI teacher, and twenty students from grades VIII.1 and VIII.7, and documentation. Results show that learning planning was carried out systematically, covering the preparation of teaching modules, material selection, Froggy Jumps game content, group division, and a reward system. Implementation followed five Educaplay-integrated TGT stages: class presentation, teamwork, Froggy Jumps games, tournament, and Educaplay score-based team recognition, with higher enthusiasm in class VIII.7 than VIII.1. Evaluation showed a significant increase in student understanding, especially in recalling facts and concepts, along with increased motivation and courage in answering questions. Supporting factors included facility availability, school policy support, ease of using the Educaplay platform, suitability of material characteristics, and teacher willingness to innovate, while inhibiting factors included limited devices and time, less conducive classroom management, and varied levels of student understanding. This research concludes that the TGT model integrated with Educaplay is effective as an interactive and enjoyable alternative PAI learning model for digital-native students. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Padang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih konvensional, media pembelajaran yang terbatas, dan minimnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang diintegrasikan dengan media Educaplay (permainan Froggy Jumps) dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa pada materi Husnuzan (Berbaik Sangka). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, satu orang guru PAI, dan dua puluh siswa dari kelas VIII.1 dan VIII.7, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis, meliputi penyusunan modul ajar, pemilihan materi, penyiapan konten permainan Froggy Jumps, serta perencanaan pembagian kelompok dan sistem penghargaan. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti lima tahapan model TGT terintegrasi Educaplay, yaitu penyajian kelas, kerja kelompok, permainan Froggy Jumps, turnamen, dan penghargaan kelompok berbasis skor Educaplay, dengan tingkat antusiasme yang lebih tinggi pada kelas VIII.7 dibandingkan kelas VIII.1. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang cukup signifikan, terutama pada aspek mengingat fakta dan konsep, serta peningkatan motivasi dan keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan. Faktor pendukung implementasi meliputi ketersediaan fasilitas, dukungan kebijakan sekolah, kemudahan penggunaan platform Educaplay, kesesuaian karakteristik materi, serta kemauan dan kemampuan guru untuk berinovasi, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan perangkat dan waktu, manajemen kelas yang kurang kondusif, dan variasi tingkat pemahaman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model TGT terintegrasi Educaplay efektif digunakan sebagai alternatif model pembelajaran PAI yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa generasi digital.