p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Salsabila Luthfiyana
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Edukatif dan Sosial dalam Mencegah Tawuran di Kalangan Remaja Kota Padang Salsabila Luthfiyana; Rahma Juita; Salsabila Ramadani Sitompul; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan edukatif di sekolah dan pendekatan sosial yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam mengendalikam kasus tawuran di Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena tawuran di kalangan remaja semakin meningkat dan menggangu ketertiban umum serta membahayakan masa depan generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 informan, dengan kriteria informan adalah Guru BK, Kepolisian, dan pelajar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literature. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pendekatan edukatif yang dilakukan oleh pihak sekolah dan mengamati pendekatan sosial yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di kota padang. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan jelas mengenai pencegahan yang dilakukan oleh sekolah dan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di Kota Padang melalaui pendekatan edukatif dan pendekatan sosial. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan tawuran dikalangan remaja dapat dilakukan diantaranya pertama, pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman, membentuk sikap, dan membina perilaku remaja melalui kegiatan pendidikan baik formal maupun informal. Kedua, pendekatan sosial melibatkan upaya membangun hubungan, komunikasi, dan kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan sekitar remaja termasuk keluarga, masyarakat, sekolah, dan kepolisian.
Resiliensi Masyarakat Pesisir Pascabanjir Melalui Pemanfaatan Material Sisa Banjir di Pantai Parkit Kota Padang Rahmat Maulana Kurniawan; Delmira Syafrini; Salsabila Luthfiyana; Rianto Rofendra Nababan; Rena Asmiranda; Refni Junita Sari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.541

Abstract

Banjir yang terjadi di Pantai Parkit Kota Padang menyebabkan menumpuknya material sisa banjir berupa kayu dan ranting yang mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan pesisir, tetapi juga menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi masyarakat pesisir pascabanjir melalui pemanfaatan material sisa banjir di Pantai Parkit Kota Padang. Penelitian menggunakan perspektif Teori Resiliensi Sosial Neil Adger dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak 10 orang yang terdiri atas nelayan, pedagang kawasan pantai, dan warga yang terlibat dalam pemanfaatan material sisa banjir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan material sisa banjir melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan penjualan kayu yang masih memiliki nilai guna. Pemanfaatan tersebut menjadi sumber pendapatan alternatif ketika aktivitas melaut terganggu. Dalam perspektif resiliensi sosial, masyarakat menunjukkan kemampuan bertahan, beradaptasi, dan melakukan pemulihan melalui pemanfaatan sumber daya lokal serta dukungan pemerintah dalam pembersihan kawasan pesisir. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam memperkuat resiliensi masyarakat pesisir pascabencana.