Sunaryo
Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sinergi Hak Asasi Manusia, Agama, dan Sekularisme: Telaah Etis-Kultural atas Gagasan Abdullahi A. An-Na‘Im Eko Yudi Prasetyo; Sunaryo
Jurnal Peradaban Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Peradaban
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/0ny6xv25

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran Abdullahi A. An-Na‘im mengenai sinergi antara hak asasi manusia (HAM), agama, dan sekularisme dalam kerangka etika publik global. Berbeda dari pendekatan dikotomis yang memperhadapkan ketiganya secara konflik, An-Na‘im menawarkan paradigma sinergi dan interdependensi yang menekankan pentingnya penguatan timbal balik antara nilai-nilai universal HAM, prinsip keadilan agama, dan sekularisme sipil yang netral terhadap semua sistem kepercayaan. Dengan menggunakan metode kualitatif normatif-filosofis, penelitian ini menganalisis konstruksi etis yang ditawarkan An-Na‘im serta relevansinya terhadap konteks sosial-politik Indonesia. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendekatan sinergis ini mampu menjadi alternatif untuk meredakan ketegangan antara hukum nasional, norma agama, dan kebebasan individu di masyarakat pluralistik. Diskursus ini diperkaya dengan gagasan sekularisasi sehat Nurcholish Madjid, prinsip overlapping consensus dari John Rawls, dan politik pengakuan dari Charles Taylor. Secara teoritis, penelitian ini memperluas wacana etika global dan filsafat agama; secara praktis, ia menawarkan model reformasi kebijakan publik berbasis pluralisme nilai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan masyarakat sipil, reformasi tafsir keagamaan, dan pengembangan pendidikan publik inklusif sebagai langkah strategis dalam membangun masyarakat yang berkeadaban.