Nurul Aini
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Mandalika Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Penyuluhan dalam Memperkuat Perlindungan Anak dan Mencegah Kekerasan Masyarakat Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Nurul Aini; Dhiyas Ainun; Ibenu Gunawan
Journal of Community Action Vol. 1 No. 2: Journal of Community Action, October 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/joca.v1i2.117

Abstract

Perlindungan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak merupakan isu penting yang harus diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat. Di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, penyuluhan menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluhan dalam memperkuat perlindungan anak serta mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan masyarakat, tokoh agama, dan petugas terkait, serta observasi langsung dalam kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan oleh berbagai pihak, seperti lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan tokoh masyarakat, memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak anak dan pentingnya menghindari segala bentuk kekerasan. Penyuluhan tersebut juga berperan dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua, anak, dan masyarakat sekitar, yang pada akhirnya memperkuat perlindungan anak. Meskipun demikian, tantangan masih ada dalam hal keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam mengatasi stigma sosial terhadap korban kekerasan anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan strategi penyuluhan yang lebih efektif untuk mencegah kekerasan terhadap anak di komunitas lokal