Bisnis pelayanan hotel bintang lima harus mempertimbangkan kualitas pelayanan dalam semua aspeknya, terutama desain interior. Perancangan ulang interior restoran dan presidential suite X Hotel Yogyakarta berfokus pada permasalahan optimalisasi fungsi dan kapasitas ruang, serta penerapan konsep Design for Serving untuk menyelaraskan desain dengan standar pelayanan hotel bintang lima. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Thinking dengan enam tahapan, yaitu understand, observe, point of view, ideate, prototype, dan test. Objek perancangan mencakup restoran dan presidential suite sebagai ruang representatif pelayanan utama. Konsep Design for Serving digunakan sebagai landasan utama perancangan dengan fokus tata letak ruang yang mendukung alur pelayanan, penerapan prinsip ergonomis, peningkatan kapasitas ruang, serta pemilihan perabot fungsional dan efisien. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan kapasitas restoran 19,8% (dari 182 kursi menjadi 218 kursi) melalui penataan layout yang efektif dan efisien, serta peningkatan kualitas fasilitas kamar dengan penambahan ruang private gym. Penggunaan material berkualitas seperti marmer dan wood veneer memperkuat karakter mewah hotel bintang lima sekaligus meningkatkan pengalaman visual dan kenyamanan ruang. Keberhasilan perancangan diukur melalui analisis kualitatif terhadap peningkatan efisiensi alur pelayanan, kapasitas ruang, serta kesesuaian terhadap konsep Design for Serving. Keterbatasan penelitian ini terletak pada belum dilakukannya evaluasi pasca-huni untuk mengukur dampak desain secara langsung terhadap pengalaman pengguna.