Mualifah, Mualifah
Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Storytelling sebagai Metode Parenting untuk Pengembangan Kecerdasan Anak Usia Dini Mualifah, Mualifah
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2720.949 KB) | DOI: 10.18860/psi.v10i1.6364

Abstract

Usia dini antara 0-6 tahun merupakan tahap perkembangan anak yang paling penting. Hal ini dikarenakan usia dini adalah masa keemasan (golden age) bagi perkembangan otak anak. Terdapat berbagai bentuk pendidikan yang bisa diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Mulai dari metode bernyanyi, bermain, bercerita dan karya wisata. Beberapa penelitian menyebutkan metode bercerita (storytelling) adalah metode yang efektif dan paling banyak digemari pada usia anak. Alasan mengapa (storytelling) dianggap efektif dalam memberikan pendidikan kepada anak. Pertama, cerita pada umumnya lebih berkesan dari pada nasehat, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Kedua, melalui (storytelling) anak diajarkan mengambil hikmah. Penggunaan metode bercerita akan membuat anak lebih nyaman dari pada diceramahi dengan nasehat. Untuk menciptakan anak cerdas dan sukses diperlukan usaha yang maksimal, termasuk model parenting (pola asuh) yang diterapkan kepada anak. Parenting yang bisa mengembangkan potensi dan kreatifitas anak adalah model parenting authoritative. Storytelling (metode bercerita) mampu menstimulasi berbagai kecerdasan anak sejak usia dini. Diantaranya, storytelling mampu meningkatkan kecerdasan bahasa anak, kreatifitas dan menanamkan moral pada anak usia dini. Namun yang perlu diperhatikan adalah tahap kognitif anak usia dini masih pada tahap operasional kongkrit, maka bentuk cerita yang dijadikan sebagai metode bercerita harus menyesuaikan dengan kemampuan anak.