Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi dan Komposisi Botani Tumbuhan Lokal pada Post Mining Nikel Sebagai Sumber Hijauan Pakan Ternak di Sonai Kabupaten Konawe : Identification and Botanical Composition of Local Plants in Post Mining Nickel as a Source of Forage for Livestock in Sonai Konawe District Fatmania Fatmania; La Malesi; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 4 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i4.112

Abstract

Kabupaten Konawe selain menjadi daerah pertambangan nikel juga memiliki sektor peternakan yang signifikan. Pakan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan performa ternak selain dari faktor genetiknya. Identifikasi rumput sebagai pakanĀ  dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tanda-tanda atau karakteristik pada bagian tumbuhan. Komposisi botani padang rumput ditentukan melalui pendeteksian komponen rumput, legum dan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi botani dan profil nutrien tumbuhan lokal pada lahan pasca tambang yang berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak di Kabupaten Konawe. Nilai penting setiap jenis dalam komunitas dihitung dengan metode Indeks Nilai Penting (INP) dan komposisi botani dihitung dengan metode Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil identifikasi tumbuhan lokal diperoleh 12 spesies terdiri dari Paspalum disticum (L.), Urochloa panicoides P beauv, Sporobolus indicus (L.), Paspalum dilatatum poir, Imperata cylindrica (L.), Cynodon dactylon (L.), Chrysopogon aciculatus (Retz) Trin, Grona triflora (L.), Alysicarpus vaginalis (L.) DC, Bolboschoenus maritimus, Chromolaena odorata (L.), Waltheria indica (L.). Nilai penting tumbuhan lokal yang dominan adalah rumput Chrysopogon aciculatus (Retz) Trin dengan INP (1,52%) dan SDR (0,51%). Tumbuhan yang kurang dominan adalah Paspalum disticum (L.) dengan INP (0,12%) dan SDR (0,04%). Tumbuhan dengan nilai TDN terbaik Chromolaena odorata (L.) (75,68%) dan tumbuhan dengan nilai TDN terendah Urochloa panicoides P beauv (38,44%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tumbuhan lokal yang sangat dominan adalah Imperata cylindrica (L.) dan Cynodon dactylon serta tumbuhan yang tidak dominan yaitu Paspalum disticum (L.). Tumbuhan dengan kandungan nutrisi terbaik yaitu Chromolaena odorata (L.) dan tumbuhan dengan kandungan nutrisi kurang baik yaitu Urochloa panicoides P beauv.
Pengaruh Fermentasi Kulit Singkong sebagai Alternatif Pakan Ruminansia terhadap Kadar Sianida dan Parameter Fermentasi In Vitro: The effect of cassava peel fermentation as an alternative feed stuff for ruminant on cyanide content and in vitro fermentation parameters Firman Nasiu; Astriana Napirah; Widhi Kurniawan; Meygi Caesarika Putri Ilahude
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 4 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i4.440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi kulit singkong menggunakan inokulum Aspergillus niger, EM4, dan campuran A. niger dan EM4 terhadap kadar sianida dan parameter fermentasi in vitro. Kulit singkong dikeringkan, digiling, lalu difermentasi selama 21 hari dengan tiga perlakuan fermentasi dan satu perlakuan kontrol tanpa fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap seluruh parameter yang diamati. Kadar sianida tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol yaitu 42,06 ppm dan menurun signifikan pada fermentasi A. niger yaitu 28,17 ppm, EM4 26,53 ppm, serta campuran inokulum 23,33 ppm. Nilai pH juga menurun secara signifikan seiring dengan perlakuan fermentasi, dengan pH terendah pada kombinasi A.niger dan EM4 namun masih dalam kisaran yang normal untuk aktivitas mikrobia rumen secara optimal. Kadar NH3 meningkat nyata dari 5,76 mM pada perlakuan kontrol menjadi 10,53 mM pada perlakuan kombinasi inokulum. Produksi total VFA juga meningkat dari 75,73 mM pada kontrol menjadi 143,18 mM pada kombinasi inokulum, mengindikasikan aktivitas fermentasi mikrobia rumen yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fermentasi kulit singkong menggunakan kombinasi A.niger dan EM4 merupakan inokulum yang paling efektif menurunkan kadar sianida sekaligus meningkatkan parameter fermentasi rumen.