Meygi Caesarika Putri Ilahude
Fakultas Peternakan Univesitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Frekuensi Gen Sifat Kualitatif Ayam Kampung di Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara : Gene Frequency Analysis of Qualitative Traits of Kampung Chicken in Lembo District, North Konawe Regency Rusli Badaruddin; La Ode Nafiu; Muh. Akramullah; Wisna Wisna; Asma Bio Kimestri; Meygi Caesarika Putri Ilahude
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.327

Abstract

Ayam kampung merupakan salah satu contoh sumber daya genetik lokal di Indonesia, yang memiliki keunggulan antara lain lebih mudah dipelihara dan lebih tahan terhadap penyakit, dapat memanfaatkan limbah dapur serta dagingnya yang gurih jika dibandingkan dengan ayam dari luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis frekuensi gen sifat-sifat kualitatif ayam kampung di Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam kampung dengan kisaran umur 6 - 2 tahun sebanyak 300 ekor yang terdiri dari 150 ekor jantan dan 150 ekor betina. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah frekuensi gen sifat kualitatif meliputi warna bulu, pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, warna shank dan bentuk jengger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi gen untuk warna bulu ayam kampung adalah 0,94 dan putih polos adalah 0,056. Frekuensi gen untuk pola warna bulu columbian adalah 0,44, pola warna bulu liar 0,55 dan 0,11 untuk pola warna bulu hitam. Frekuensi gen untuk pola warna bulu polos adalah 0,23 dan frekuensi untuk pola warna bulu lurik adalah 0,77. Frekuensi gen untuk kerlipan bulu emas dan perak masing-masing adalah 0,69 dan 0,31. Frekuensi gen untuk warna betis kuning/putih adalah 0,57 dan warna betis hitam/abu-abu adalah 0,43. Frekuensi gen untuk jengger tunggal adalah 0,63, jengger kacang adalah 0,17 dan jengger ros adalah 0,21.
Pengaruh Fermentasi Kulit Singkong sebagai Alternatif Pakan Ruminansia terhadap Kadar Sianida dan Parameter Fermentasi In Vitro: The effect of cassava peel fermentation as an alternative feed stuff for ruminant on cyanide content and in vitro fermentation parameters Firman Nasiu; Astriana Napirah; Widhi Kurniawan; Meygi Caesarika Putri Ilahude
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 4 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i4.440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi kulit singkong menggunakan inokulum Aspergillus niger, EM4, dan campuran A. niger dan EM4 terhadap kadar sianida dan parameter fermentasi in vitro. Kulit singkong dikeringkan, digiling, lalu difermentasi selama 21 hari dengan tiga perlakuan fermentasi dan satu perlakuan kontrol tanpa fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap seluruh parameter yang diamati. Kadar sianida tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol yaitu 42,06 ppm dan menurun signifikan pada fermentasi A. niger yaitu 28,17 ppm, EM4 26,53 ppm, serta campuran inokulum 23,33 ppm. Nilai pH juga menurun secara signifikan seiring dengan perlakuan fermentasi, dengan pH terendah pada kombinasi A.niger dan EM4 namun masih dalam kisaran yang normal untuk aktivitas mikrobia rumen secara optimal. Kadar NH3 meningkat nyata dari 5,76 mM pada perlakuan kontrol menjadi 10,53 mM pada perlakuan kombinasi inokulum. Produksi total VFA juga meningkat dari 75,73 mM pada kontrol menjadi 143,18 mM pada kombinasi inokulum, mengindikasikan aktivitas fermentasi mikrobia rumen yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fermentasi kulit singkong menggunakan kombinasi A.niger dan EM4 merupakan inokulum yang paling efektif menurunkan kadar sianida sekaligus meningkatkan parameter fermentasi rumen.