Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Menjadi Fasilitator Deep Learning Bagi Guru PAUD Shofiyanti Nur Zuama; Andi Agusniatih; Fitriana; Sri Nurhayati; Nur Istiana Makarau
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/rv2bqb12

Abstract

Guru PAUD di Kota Palu masih menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran yang mendukung deep learning. Sebagian besar guru masih menggunakan metode konvensional yang menekankan hafalan, sehingga kurang mendorong eksplorasi, pemecahan masalah, dan berpikir kritis anak. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya pemahaman guru tentang strategi pembelajaran berbasis deep learning dan keterbatasan dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan bermakna. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada deep learning. Metode pelaksanaan dilakukan melalui survei kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan berbasis blended learning, simulasi pembelajaran, serta pendampingan implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, pemahaman guru terhadap konsep deep learning meningkat dari 32% menjadi 85%, kemampuan merancang RPPH berbasis deep learning meningkat dari 28% menjadi 80%, keterampilan mengelola kelas interaktif meningkat dari 35% menjadi 82%, dan kemampuan refleksi pembelajaran meningkat dari 30% menjadi 78%. Selain itu, tersusun modul pembelajaran inovatif yang dapat digunakan secara berkelanjutan, serta terbentuk komunitas fasilitator yang siap mendiseminasikan praktik terbaik kepada lembaga PAUD lainnya di Kota Palu. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini sekaligus mendukung terwujudnya generasi kreatif, adaptif, dan kritis sejak dini.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN, MANDIRI, TANGGUNGJAWAB DALAM PILAR INDONESIA HERITAGE FOUNDATION (IHF) ANAK USIA DINI Siti Nurul Aprida; Nur Istiana Makarau; Yanita Nurhasanah
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99867

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan perangai atau perbuatan yang selalu dilakukan anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan. Namun, dalam membentuk sikap anak menjadi pribadi yang baik perlu diperhatikan bahwa anak kecil belum banyak mengetahui bagaimana berperilaku yang dapat diterima secara sosial. Oleh karena itu, pendidikan harus mengembangkan karakter anak melalui pendidikan karakter sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter anak RA Al-Qudwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek berusia 3-4 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pendidikan karakter dalam pilar IHF dilakukan menggunakan konsep knowing, feeling, dan acting yang dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari dimulai dari anak datang ke sekolah, kegiatan pembuka, kegiatan inti, hingga kegiatan penutup. Karakter yang baik didukung oleh pengetahuan yang baik, keinginan untuk berbuat baik, dan perbuatan yang baik. Selain itu dukungan yang baik dari keluarga, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik karakter anak sejak dini.
Tradisi dan Transformasi: Studi Perspektif Guru PAUD terhadap Kegiatan Bermain Musik Angklung Anak Usia Dini: Tradition and Transformation: A Study of Early Childhood Education Teachers' Perspectives on Early Childhood Children's Angklung Music Playing Activities Nur Istiana Makarau; Siti Nurul Aprida; Miftahul Jannah; Nurul Fauziah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4136

Abstract

Playing angklung music for early childhood is one of the leading programs in several PAUD units that seek to preserve culture from an early age. However, the development of the era and changes in lifestyle are challenges in maintaining the existence of traditional games such as angklung. Teachers' views have an important role in determining the feasibility and effectiveness of angklung playing activities for early childhood. This study aims to describe teachers' perspectives on angklung playing activities for early childhood. This study is a descriptive qualitative study. The subjects of the study were teachers at ABA Sapen Kindergarten Yogyakarta who were involved in angklung playing activities with children. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that teachers supported angklung playing activities because they were able to stimulate aspects of child development, introduce culture from an early age, and be a medium to foster children's interests and talents. The conclusion of this study is that playing angklung in PAUD received a positive response from teachers and has important implications for developing children's potential holistically.   ABSTRAK Bermain musik angklung pada anak usia dini menjadi salah satu program unggulan di beberapa satuan PAUD yang berupaya melestarikan budaya sejak dini. Namun, perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup menjadi tantangan dalam mempertahankan eksistensi permainan tradisional seperti angklung. Pandangan guru memiliki peran penting dalam menentukan kelayakan dan efektivitas kegiatan bermain angklung bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru terhadap kegiatan bermain musik angklung pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guru di TK ABA Sapen Yogyakarta yang terlibat dalam kegiatan bermain angklung bersama anak-anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa para guru mendukung kegiatan bermain musik angklung karena dinilai dapat menstimulasi aspek perkembangan anak, mengenalkan budaya sejak dini, serta menjadi media untuk menumbuhkan minat dan bakat anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan bermain angklung di PAUD mendapat respons positif dari guru dan memiliki implikasi penting dalam pengembangan potensi anak secara holistik.