Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Brand Image dan Inovasi Pelayanan Terhadap Loyalitas Konsumen Pada UMKM Kuliner Roti Bakery Kembar Kabupaten Dompu Wini Mustika; M. Ikhwan Mansyuri; Desi Rubiyanti
Jurnal Strategi dan Inovasi Bisnis Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Strategi dan Inovasi Bisnis (JSIB)
Publisher : STIE YAPIS DOMPU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69666/ghdhsx05

Abstract

Tujuan Penelitian: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dengan sektor kuliner menjadi salah satu pendorong ekonomi lokal yang signifikan di Kabupaten Dompu. Seiring berkembangnya industri roti yang kian diminati masyarakat, produk ini telah bertransformasi menjadi bernilai tambah tinggi melalui inovasi rasa, tekstur, dan tampilan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Image (Citra Merek) dan Inovasi Pelayanan terhadap Loyalitas Konsumen pada UMKM Roti Bakery Kembar Dompu. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 100 Konsumen, dan Teknik pengambilan sampel menggunakan Slovin dengan tingkat error 5% atau 0,05. Teknik pengumpulan data melalui Observasi, Kuesioner, dan Dokumentasi. Teknik analisis data dibantu perangkat lunak SPSS 23 melalui uji Keabsahan data, Uji asumsi klasik, dan uji hipoteisis. Hasil & Pembahasan: Bahwa uji t variabel Brand Image berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Loyalitas Konsumen, sedangkan Inovasi Pelayanan berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Loyalitas Konsumen, dan uji f menunjukan bahwa variabel Brand Image dan Inovasi Pelayanan berpengaruh secara bersama-sama terhadap Loyalitas Konsumen.  Implikasi: UMKM Roti Bakery Kembar harus secara strategis memprioritaskan dua hal utama untuk mempertahankan loyalitas konsumen dan memenangkan persaingan. Pertama, mereka wajib secara aktif membangun dan mengelola Brand Image (citra merek) yang positif agar tertanam kuat di benak pelanggan. Kedua, UMKM tidak boleh stagnan dan harus terus melakukan Inovasi Pelayanan untuk beradaptasi dengan kebutuhan konsumen (seperti kemudahan pemesanan, kecepatan layanan, atau variasi produk baru). Temuan ini menegaskan bahwa fokus pada produk saja tidak cukup; loyalitas pelanggan hanya dapat dicapai dan dipertahankan melalui kombinasi strategis antara citra merek yang kuat dan pelayanan yang inovatif secara berkelanjutan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Fraud di Dinas BPKAD Kabupaten Dompu Uswatun Hasanah; M. Ikhwan Mansyuri; Desi Rubiyati
Economics and Digital Business Review Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku tidak etis, sistem pengendalian internal, dan kesesuaian kompensasi terhadap fraud pada Dinas BPKAD Kabupaten Dompu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya risiko kecurangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan daerah, yang dipengaruhi oleh faktor individu maupun sistem organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku tidak etis dan sistem pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap fraud, sedangkan kesesuaian kompensasi berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud. Selain itu, ketiga variabel tersebut secara simultan juga berpengaruh signifikan terhadap fraud. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecurangan dalam pengelolaan keuangan dapat ditekan melalui pembentukan perilaku etis pegawai, penguatan sistem pengendalian internal, serta pemberian kompensasi yang sesuai dan adil. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam upaya pencegahan fraud di lingkungan pemerintahan daerah.