Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jendela pendidikan

Integrasi Kurikulum Merdeka dengan Pendidikan Digital Ethics: Strategi Menjawab Tantangan Era AI di Indonesia Komarudin Komarudin
Jendela Pendidikan : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 15 No 1 (2025): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v15i1.3154

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk di Indonesia, sekaligus menghadirkan tantangan etis yang perlu diantisipasi sejak dini. Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, kebebasan belajar, dan pembentukan karakter memberikan peluang strategis untuk mengintegrasikan pendidikan etika digital dalam membekali siswa menghadapi kompleksitas era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi integrasi Kurikulum Merdeka dengan pendidikan etika digital serta menganalisis relevansinya dengan tantangan dan kebutuhan etis di era AI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus pada tiga sekolah menengah di Jawa Barat, melibatkan 9 guru, 3 konselor, dan 30 siswa melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etika digital berdampak positif terhadap kesadaran siswa, dengan peningkatan rata-rata skor persepsi hingga 3,8, perubahan perilaku digital yang lebih bertanggung jawab, serta kepuasan siswa terhadap iklim sekolah yang lebih etis (4,0). Namun, ditemukan kesenjangan antara sekolah di perkotaan dan pedesaan akibat keterbatasan infrastruktur dan kompetensi guru. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi guru, ketersediaan modul ajar standar, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur merupakan faktor kunci keberhasilan. Temuan ini memberikan kontribusi akademis terhadap literatur integrasi etika digital dalam pendidikan nasional, serta implikasi praktis bagi pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam membangun generasi yang cerdas sekaligus beretika di era AI.
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan di SMA Negeri pada Masa Pasca-Pandemi COVID-19 Komarudin Komarudin
Jendela Pendidikan : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 14 No 1 (2024): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v14i1.3157

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap mutu layanan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah menengah atas. Pada masa pasca-pandemi, sekolah dituntut untuk menerapkan strategi manajemen yang adaptif agar kualitas pembelajaran dapat dipulihkan sekaligus partisipasi seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di SMA Negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu pemulihan mutu pembelajaran, penguatan literasi digital, serta peningkatan keterlibatan orang tua. Partisipasi stakeholder meningkat signifikan, di mana kepala sekolah berperan sebagai penggerak utama, guru terlibat dalam perencanaan kurikulum dan supervisi internal, siswa memperoleh layanan pembelajaran lebih interaktif, dan komite sekolah berkontribusi dalam dukungan pendanaan serta advokasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa MBS mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi dalam pengelolaan pendidikan di SMA Negeri pada era normal baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa MBS relevan sebagai strategi adaptif untuk menjawab tantangan pendidikan pasca-pandemi. Implikasi praktis meliputi perlunya memperkuat kepemimpinan partisipatif, mengembangkan literasi digital secara berkelanjutan, dan menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua. Namun, penelitian ini terbatas pada cakupan lokasi dan dominasi pendekatan kualitatif, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan metode campuran.