Agus Priyanto, Iskandar Yasin, Dewi Sulistyorini
Department Of Civil Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Shear Wall Gedung Fakultas Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Terhadap Beban Dinamik Dengan Metode Elemen Hingga Teguh Setio Budi, Iskandar Yasin, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan Negara yang rawan terjadi gempa bumi. Tingginya potensi gempa bumi disebabkan letak geografis lndonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, dan IndoAustralia. Dengan adanya kejadian gempa di Indonesia yang mengalcibatkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar terhadap bangunan, maka diperlukan pengembangan analisis gempa terhadap struktur. Ada dua pendekatan yang digunakan untuk memperhitungkan beban lateral (gempa bumi) yang bekerja pada struktur bangunan, yaitu analisis secara static ekuivalen dan analisis dinamik (Respon Spektrum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan gedung ditinjau dari displacement, interstory drift, dan base shear. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan kinerja struktur batas ultimit dan kinerja struktur batas layan. Metode yang digunakan adalah respon spectrum dengan menggunakan program SAP 2000 v14. Metode respon spectrum adalah metode analisis struktur bangunan dengan menggunakan spekturm gempa yang digambarkan dalam bentuk kurva hubungan antara periode struktur bangunan dengan nilai percepatan bangunan itu sendiri ketika terkena beban gempa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai displacement lantai teratas pada arah X adalah 0,065 m dan pada arah Y ada.lah 0,061 m. Analisis nilai displacement terhadap kinerja batas layan ((0,03/R)*H} pada bangunan gedung fakultas pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta dari pengaruh beban rencana arah X dan arah Y sudah memenuhi syarat kinerja batas layan. Nilai displascement antar lantai pada bangunan gedung fakultas pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta tidak melampaui batas displacement maksimum.
Analisis Kinerja Struktur High Rise Building Dengan Analisis Dinamik Menggunakan Metode Analisis Respons Spektrum Di Yogyakarta Alfitra Ruben Andreanta S M, Agus Priyanto, Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi bangunan, maka banyak dikembangkan analisis-analisis gempa terhadap struktur. Desain struktur bangunan tersebut merupakan perencanaan bangunan yang melalui berbagai tahapan perhitungan dengan mempertimbangkan berbagai variabelnya sehingga didapatkan produk yang berdaya guna sesuai fungsi kegunaannya. Analisis gempa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu analisis gempa statik dan analisis gempa dinamik. Pada bangunan-bangunan yang sangat tinggi, tidak beraturan, bertingkat banyak serta bangunan-bangunan yang memerlukan ketelitian yang sangat besar digunakan perencanaan analisis dinamik, yang terdiri dari analisis ragam respon spektrum dan analisis respon dinamik riwayat waktu. Analisis dinamis riwayat waktu dan analisis dinamis respon spektrum dapat memberikan pembagian gaya geser tingkat yang lebih tepat sepanjang tinggi gedung dibanding analisis statik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keamanan gedung dilihat dari displacement, drift dan base shear. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan program SAP2000 V 14.0 dan ETABS V 15.2.2. Simpangan antarlantai Story Drift arah X dan Y dinyatakan aman terhadap kinerja batas ultimit. Hasil dari simpangan antar tingkat displacement maksimum arah X didapat 0,054499 m dan arah Y didapat 0,06361 m sehingga masih memenuhi batas maksimum [(0,02hsx)/ρ] = 1,292307692 m. Nilai FS pada RSPX arah X didapat 0,578528 dan RSPY arah Y didapat 0,58973 telah kurang dari 1 hal ini berarti V dari dinamik respon spekrum telah lebih besar dari 0,85V statik ekivalen. Hal ini telah sesuai pada SNI 1726;2012. Hasil dari modal partisipasi Massa menunjukkan bahwa mode ke 14 mampu memenuhi syarat partisipasi massa (paling sedikit 90%) sesuai SNI 1726-2012 pasal 7.9.1. Hasil dari displacement analisis pushover lebih besar dibandingkan dengan analisis respon spektrum. Menurut ATC-40 level kinerja gedung berdasarkan analisis dinamik respon spektrum arah X dan Y adalah Immediate Occupancy.
Analisis Kuat Lentur Balok Menggunakan Tulangan Kabel Streng Nokus Frans, Iskandar Yasin, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok merupakan salah satu dari elemen struktur yang digunakan untuk memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan mentransfer beban tersebut ke kolom vertikal yang menumpunya. Elemen struktur horizontal ini diletakkan di atas dua elemen struktur vertikal yang merupakan konstruksi dasar yang sering digunakan. Untuk mengetahui karakteristik dari balok digunakanlah software SAP 2000 sebagai alat bantu menganalisis kekuatan model balok dan perilaku yang terjadi pada elemen struktur balok dan membandingkannya dengan hasil uji kuat lentur beton yang dilakukan dilaboratorium.  Pemodelan balok uji lentur 80 cm x 15 cm x 15 cm dan dianalisis kuat lentur model tersebut. Benda uji balok memiliki 3 varian yaitu balok tanpa tulangan, balok menggunakan tulangan baja dan balok menggunakan tulangan kabel streng. Pemodelan balok uji lentur balok menggunakan plane element yang merupakan eiemen solid 2 dimensi. Balok uji dimodelkan menggunakan elemen segi empat. Dengan cara memperhalus elemen di sekitar titik tangkap gaya didaerah perletakan, daerah pembebanan dan di daerah retakan benda uji. Hasilnya dibandingkan dengan kuat lentur balok uji dari hasil pengujian di laboratorium dan memberikan solusi model yang paling mendekati dengan hasil pengujian di laborarorium.  Balok beton bertulang kabel streng menggunakan dimensi ukuran 150 mm x 150 mm x 800 mm, mendapatkan hasil uji lentur balok reratanya adalah 3,06 Mpa dan besar momen kapasitas secara pengujian adalah 115,47% dari momen kapasitas secara teori.   Balok merupakan salah satu dari elemen struktur yang digunakan untuk memikul beban yang bekerja secara transversal dari panjangnya dan mentransfer beban tersebut ke kolom vertikal yang menumpunya. Elemen struktur horizontal ini diletakkan di atas dua elemen struktur vertikal yang merupakan konstruksi dasar yang sering digunakan. Untuk mengetahui karakteristik dari balok digunakanlah software SAP 2000 sebagai alat bantu menganalisis kekuatan model balok dan perilaku yang terjadi pada elemen struktur balok dan membandingkannya dengan hasil uji kuat lentur beton yang dilakukan dilaboratorium.  Pemodelan balok uji lentur 80 cm x 15 cm x 15 cm dan dianalisis kuat lentur model tersebut. Benda uji balok memiliki 3 varian yaitu balok tanpa tulangan, balok menggunakan tulangan baja dan balok menggunakan tulangan kabel streng. Pemodelan balok uji lentur balok menggunakan plane element yang merupakan eiemen solid 2 dimensi. Balok uji dimodelkan menggunakan elemen segi empat. Dengan cara memperhalus elemen di sekitar titik tangkap gaya didaerah perletakan, daerah pembebanan dan di daerah retakan benda uji. Hasilnya dibandingkan dengan kuat lentur balok uji dari hasil pengujian di laboratorium dan memberikan solusi model yang paling mendekati dengan hasil pengujian di laborarorium.  Balok beton bertulang kabel streng menggunakan dimensi ukuran 150 mm x 150 mm x 800 mm, mendapatkan hasil uji lentur balok reratanya adalah 3,06 Mpa dan besar momen kapasitas secara pengujian adalah 115,47% dari momen kapasitas secara teori.
Analisis Eksperimental Kekuatan Pelat Beton Menggunakan Material Komposit Zinc Dian Indrawati, Iskandar Yasin, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelat lantai merupakan salah satu komponen struktur konstruksi pada suatu bangunan, baik itu gedung perkantoran, gedung sekolah, rumah sakit, maupun rumah tinggal biasa. Umumnya, pelat lantai dibangun dengan konstruksi beton bertulang sebagai dasar utamanya. Pelat lantai adalah struktur yang pertama kali menerima beban, baik itu beban mati maupun beban hidup yang kemudian akan mendistribusikan beban tersebut pada struktur yang ada di bawahnya.            Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan tahapan perencanaan 4 varian campuran benda uji, yaitu beton normal, beton dengan campuran serat kaleng25%, beton dengan campuran serat kaleng 50%, dan beton dengan campuran serat kaleng75%, dimana campuran kaleng disubstitusikan sebagai penambahan serat yang masing – masing varian campurannya yaitu 3 buah pelat beton dengan dimensi ukuran 8 x 25 x 50cm, dengan total keseluruhan 12 benda uji pelat beton dan 3 silinder BN.Berdasarkan hasil pengujian, nilai kuat lentur beton pelat lantai dengan menggunakan campuran serat kaleng mendapatkan nilai rata – rata pada setiap campurannya adalah BN : 21,56MPa, BK-25% : 22,67MPa, BK-50% : 21,5MPa, dan BK-75% : 24,25MPa, pada umur beton 28 hari.
The Flexural Strength of Laminated Bamboo Composite Beam Agus Priyanto, Iskandar Yasin, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For dry conditions the petung bamboo oven has an average tensile strength of 1900 kg/cm2 without books and 1160 kg/cm2 with books. Average compressive strength of petung bamboo is 2769 kg/cm2 for the base, 4089 kg/cm2 for the middle and 5479 kg/cm2 for the end. If wood and bamboo species are used as composite beams, it is expected to be able to save on the use of high quality wood and lower costs. Glulam beam specimens were made as many as 12 pieces. The variation of cross section of glulam beams is based on the number of dimensions of thickness of bamboo lamina against glulam beams. For pure sengon sliding blocks the highest percentage of wood damage in the amount of adhesive is 50/MDGL. The more the amount of adhesive is anchored, the higher the adhesive strength of the glulam beams. The highest average strength was achieved in the ratio of bamboo to beams by 25 percent, and the lowest in the ratio of bamboo to beams by 75 percent. But in general the increase in the strength of the glulam beams is influenced by an increase in the ratio of bamboo to glulam beams. For beams with a ratio of 50 percent bamboo and 75 percent, sengon wood collapses first. Glulam beam stiffness factor has increased, where the highest stiffness factor is achieved in the ratio of bamboo to glulam beams by 50 percent and the lowest in the ratio of bamboo to glulam beams by 0 percent