Sungai Dengkeng merupakan salah satu sungai yang melintas di wilayah administrasi Solo raya. Hulu sungai terletak dilereng merapi yaitu pecahan dari sungai Woro di Kabupaten Sleman dan hilir sungai terletak di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Banjir yang terjadi di Sungai Dengkeng hampir setiap tahun terjadi dan menimbulkan banyak kerugian. Pada Tahun 2017, terjadi banjir yang lebih parah dari pada tahun sebelumnya.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis genangan banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai Dengkeng menggunakan sistem aplikasi HEC-RAS 5.0.7 pada tanggal 28 November sampai dengan 2 Desember 2017. Data DEM (Digital Elevation modelling) diperoleh dari DATA DEMNAS kemudian diproyeksikan menjadi koordinat UTM menggunakan Global Mapper dan data debit sungai diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Luasan genangan banjir diperoleh dengan mengexport layer static meliputi (Layer Deepth, layer velocity, layer Water surface elevation) pada kondisi debit maksimal dalam bentuk KML dan dihitung menggunakan software Google Eart Pro dengan pengukuran polygon.Hasil analisa di didusun Sarimulyo, Karangjoho, Karangdowo diperoleh tinggi genangan sebesar  0,034 sampai 3,204 meter dengan kecepatan sebesar 0,115 sampai 1,521 m/d. Di dusun Lembuputih, Karangjoho, Karangdowo tinggi genangan sebesar 0,282 sampai 2,054 meter dengan kecepatan 0,08 sampai 0,612 m/d. Di dusun Sawah, Babadan, Karangdowo tinggi genangan sebesar 0,698 sampai 2,698 meter dengan kecepatan 0,698 sampai 1,153 m/d. Di dusun Satu, Majasto, Tawangsari tinggi genangan sebesar 0,18 sampai 2,539 meter dengan kecepatan 0,07 sampai 0,254 m/d. Hasil Pemetaan genangan banjir untuk luasan genangan banjir di Kecamatan Karangdowo sebesar 124,72 ha dan di Kecamatan Tawangsari sebesar 30,89.