Defina Diah Maharani
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STATUS KONSERVASI BERBAGAI SPESIES PENYU LAUT DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Rizha Bery Putriani; Ocvi Nurintan Lubis; Nabil Hafizhdin Fathan; Defina Diah Maharani; Nasywa Natasha Pambudi; Kinanti Widya Savira; Gelar Dhiya Murfid; Indra Gumay; Rara Diantari; Wanda Ramadhani Putri
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.4009

Abstract

Pelestarian penyu adalah bentuk usaha atau upaya dalam menjaga serta mengamankan komunitas penyu khususnya di Indonesia, sebab Indonesia menjadi tempat tinggal enam dari tujuh spesies penyu yang masih bertahan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui ancaman atau permasalahan yang mengakibatkan kepunahan penyu dan bentuk konservasi, serta mengidentifikasi spesies penyu yang sudah mengalami kepunahan akibat eksploitasi penyu di perairan indonesia sebagai bahan informasi untuk para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengkaji data dari sepuluh jurnal yang berkaitan dengan konservasi penyu laut. Penyu sangat krusial dalam melindungi kesehatan ekologi laut (perairan). Laut yang sesuai dapat menjadikannya rumah bagi jutaan biota laut yang dapat memenuhi kebutuhan protein bagi manusia. Beberapa jenis penyu berstatus rentan terhadap kepunahan, akan tetapi banyak dari manusia yang memburu atau menangkapnya terdapat juga predator yang yang memangsanya. Keberadaannya di dunia ditemukan tujuh jenis, enam jenis penyu ditemukan keberadaanya di Indonesia. Jenis yang ditemukan keberadaanya di indonesia diantaranya penyu pipih (Natator depressus), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kegiatan konservasi dimulai dari pemantauan aktivitas peneluran penyu. Kegiatan bertelur penyu harus diawasi dengan baik karena penyu sangat sensitif saat bertelur. Ketika pemijahan selesai, pemantau memindahkan telur ke area bersarang semi alami.