Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGIES FOR THE DEVELOPMENT OF ARABIC LANGUAGE IN SUPPORTING MODERATE ISLAMIC EDUCATION Ahmad Abdullah Faqih; M. Sobiri; Hani’atul Khoiroh; Mohammad Makinuddin
MIYAH: Jurnal Studi Islam Vol. 22 No. 01 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/miyah.v22i01.1747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan bentuk integrasi bahasa Arab dalam mendukung pendidikan Islam moderat di pondok pesantren. Fokus kajian ini adalah bagaimana bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter santri yang moderat, kritis, dan toleran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan pengurus bahasa, observasi lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa Arab dilakukan melalui tiga aspek utama: (1) penerapan bahasa Arab sebagai medium pembelajaran pada seluruh mata pelajaran keagamaan, (2) penciptaan lingkungan berbahasa (language environment) yang mendorong pembiasaan komunikasi Arab sehari-hari, dan (3) keseimbangan antara pengajaran bahasa Arab klasik dan modern. Integrasi tersebut berkontribusi terhadap penguatan nilai-nilai moderasi Islam seperti keseimbangan (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu dan budaya. Dengan demikian, penguasaan bahasa Arab di pesantren tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik santri, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan pemahaman Islam yang kontekstual, rasional, dan berkarakter moderat.
MUSIBAH DALAM PERSPEKTIF SUFI DAN BIL-MA'TSŪR: STUDI KOMPARATIF AL-JAILĀNĪ DAN IBN KATHĪR Ahmad Abdullah Faqih
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the interpretation of Quranic verses about calamity (musibah) through a comparative analysis of two prominent Islamic scholars: Shaykh 'Abd al-Qādir al-Jailānī, representing the Sufi-ishāri approach, and Ibn Kathīr, representing the tafsīr bil-ma'tsūr tradition. Using qualitative library research methodology with a comparative (muqārin) method, this study analyzes five key verses: QS. al-Baqarah [2]:156, an-Nisā' [4]:62, asy-Syūrā [42]:30, al-Ḥadīd [57]:22, and at-Taghābun [64]:11. The findings reveal that both scholars agree calamity occurs by Allah's permission and serves as a test of faith, requiring patience and trust in God. However, significant differences emerge: al-Jailānī interprets calamity broadly, encompassing both adversity and prosperity, emphasizing spiritual education (tarbiyah ilāhiyyah) and inner consciousness, while Ibn Kathīr focuses narrowly on adversity as consequences of human sins, grounded in authentic narrations and historical context. This study concludes that both interpretive approaches complement each other, enriching Islamic scholarship and providing Muslims with comprehensive guidance for facing life's trials with proper attitudes rooted in patience (ṣabr), submission (tawakkal), and spiritual growth.